Indonesia, Malaysia akan bertemu bahas 'kisruh' kedatangan TKI

Image caption Calon TKI menunggu keberangkatan di penampungan

Kementerian tenaga kerja Malaysia akan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur untuk meluruskan 'kekisruhan' terkait pengiriman pekerja rumah tangga migran dari Indonesia yang hingga saat ini masih belum berjalan lancar.

Fungsi penerangan sosial budaya KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastaradiredja, mengatakan bahwa pertemuan yang akan berlangsung dalam waktu dekat itu berawal dari kedatangan 29 TKI ke Malaysia pada 4 Juni lalu. Mereka adalah rombongan TKI pertama yang tiba di negara itu sesudah Indonesia mencabut moratorium pengiriman TKI ke Malaysia 1 Desember tahun lalu.

"Kita membuka posko pelayanan di LCCT (Low Cost CarrierTerminal) petugas kita memergoki ada berbondong-bondong TKI dan saat ditanya, kaget kita. Yang terpergok ada 25 tertangkap dan yang empat orang lagi lolos. Kalau tidak terpergok kita tak akan tahu bahwa mereka sudah datang," kata Suryana.

Meski mereka sudah mengantongi PLKS (Pas Lawatan Kerja Sementara) dari Jakarta, pihak KBRI meragukan para TKI itu sudah mengikuti prosedur dan protokol yang benar.

"Saya minta buktinya, apakah job order ada tandatangan petugas KBRI, ada cap KBRI dan apakah pemberian PLKS apakah ada dari KBRI dan apakah kontrak kerja juga sudah dicap oleh KBRI?" kata Suryana lagi.

Sementara itu menteri tenaga kerja Malaysia S. Subramaniam seperti dikutip harian Straits Times mengatakan Malaysia mengetahui adanya kekisruhan laporan terkait kedatangan para TKI tersebut.

"Sekretaris jenderal saya akan menghadiri pertemuan itu, yang akan dilaksanakan secepat mungkin. Kami akan mendengarkan masukan dari semua pihak dan kami akan mengeluarkan pernyataan," kata dia. Ia mengatakan bahwa Malaysia memerlukan 100 ribu TKI usai pencabutan moratorium.

Berita terkait