Indonesia, Australia bahas pencari suaka

Terbaru  2 Juli 2012 - 15:07 WIB

Presiden Yudhoyono memberikan keterangan di Lanud Halim Perdanakusuma

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di Pangkalan Udara Australia, Senin (2/7) pukul 13.35 waktu Darwin. Presiden dan ibu negara disambut Duta Besar Indonesia untuk Australia Primo Alui Joelianto, Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan pendampingnya Tim Mathieson, Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty, dan Wakil penduduk asli Aborigin (Larrakia Elder) Bill Risk.

Yudhoyono akan melakukan kunjungan selama tiga hari yang akan diisi dengan dialog bilateral dengan Gillard serta pejabat-pejabat Australia lain, serta melakukan kunjungan ke sejumlah tempat.

Gillard mengatakan dua hari pertama kunjungan, kedua kepala negara akan membahas masalah ekonomi serta isu-isu lain.

"Tentunya kami akan berbicara mengenai perdagangan manusia," kata Gillard pada radio ABC seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Desakan agar Gillard mengangkat isu perdagangan manusia datang dari berbagai elemen politik di Australia termasuk Partai Hijau.

Seperti dilaporkan oleh harian Herald Sun, juru bicara imigrasi Partai Hijau Senator Sarah Hanson-Young mengatakan pemerintah negara kanguru dapat membantu korban-korban perdagangan manusia untuk menghindari jerat hukum dengan memberikan sumbangan sebesar Aus$ 10 juta kepada badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR di Indonesia.

"Dengan membantu UNHCR dan memberikan tempat tinggal bagi 1000 orang yang sudah berada di sana, para pengungsi akan tahu bahwa permohonan mereka untuk perlindungan ditanggapi serius oleh Australia dan tidak perlu lagi mempertaruhkan hidup mereka dengan berlayar ke Australia dengan perahu," kata dia.

"Meningkatkan pendanaan bagi UNHCR di Indonesia akan mengurangi tekanan bagi dua orang staf yang berusaha menangani 8000 permohonan suaka."

Penyelamatan di laut

lebih dari 90 orang tewas tenggelam dalam dua pekan terakhir, setelah kapal mereka tenggelam dalam perjalanan dari Indonesia mencapai pesisir Australia.

Menjawab pertanyaan apakah Indonesia memiliki cukup sumber daya untuk melakukan operasi penyelamatan di laut, Gillard mengatakan hal itu akan menjadi salah satu pokok pembicaraan.

"Australia bekerja sama sangat dekat dengan Indonesia untuk mencegah operasi penyelundupan manusia," kata Gillard.

Sementara itu, informasi dari Biro Pers Istana menyebutkan Presiden Yudhoyono akan mengunjungi National Critical Care and Trauma Response Center (NCCTRC) di Rumah Sakit Royal Darwin.

Malam nanti, Kepala Negara dan Ibu Negara dijdawalkan menghadiri jamuan santap malam yang digelar PM Gillard di Ruang Utama Parliament House of the Northern Territory.

Turut dalam kunjungan kerja kali ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendag Gita Wirjawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Agus Suhartono, Kepala BKPM Chatib Basri, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Gubernur Papua Barat Abraham Oktavianus Atururi.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.