IMF: ekonomi Indonesia kokoh dan menjanjikan

Terbaru  9 Juli 2012 - 18:34 WIB
Christine Lagarde

Christine Lagarde mengatakan ekonomi Indonesia kokoh dan menjanjikan

Direktur Dana Moneter Internasional, IMF, Christine Lagarde hari ini bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Jakarta. Pertemuan ini berlangsung ditengah pembicaraan publik soal rencana bantuan Pemerintah Indonesia dengan cara membeli surat berharga IMF sebesar 1 miliar dollar AS atau 9,5 triliun rupiah.

Seusai pertemuan Lagarde membantah pertemuan itu terkait dengan upaya IMF untuk mendapatkan bantuan tersebut. Dia hanya mengatakan pertemuan dengan Wakil Presiden Budiono merupakan pertemuan memperbincangkan soal sejumlah hal terkait persoalan ekonomi dunia saat ini.

"Pertemuan dengan Wakil Presiden tadi sangat positif, menarik dan juga produktif. Dia juga tentu cukup paham dengan sejumlah isu keuangan dan fiskal. Jadi pemahaman kami berdua soal ini cukup jelas, " kata Lagarde.

Ini adalah pertemuan kedua antara Lagarde dan Boediono setelah pertemuan tahun lalu saat ia masih menjabat menteri keuangan Prancis.

"Dalam pertemuan tadi juga ada respon, masukan serta pertukaran pandangan diantara kami tentang masalah ekonomi, tentang posisi ekonomi Indonesia dan juga dunia serta ancaman resiko akibat persoalan ekonomi saat ini. Kami tidak pernah membicarakan soal uang dalam pertemuan tadi," kata Lagarde lagi.

'Kokoh dan menjanjikan'

Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat seusai pertemuan juga membenarkan tidak ada pembicaraan soal bantuan pemerintah Indonesia kepada IMF. Lagarde kata Yopie dalam pertemuan itu menyampaikan penilaian IMF terhadap ekonomi Indonesia tahun ini yang disebutnya cukup kokoh dan menjanjikan.

Hari Selasa (10/07) Lagarde dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana negara. Agenda pembicaraan belum diketahui tetapi diperkirakan keduanya akan membahas rencana bantuan pemerintah Indonesia terhadap IMF.

Rencana ini mendapat kecaman keras dari sejumlah pemerhati ekonomi dan anggota DPR. Mereka umumnya mengkritisi soal manfaat pemberian bantuan itu bagi Indonesia dan juga prosedur pemberiannya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.