Bank Dunia: Indonesia jangan terlena pertumbuhan ekonomi

Terbaru  12 Juli 2012 - 16:58 WIB
world bank

Bank Dunia menganjurkan Indonesia fokus pada penciptaan lapangan kerja

Meski Indonesia memiliki angka pertumbuhan ekonomi stabil, pemerintah tetap dianjurkan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan menaikkan produktivitas untuk dapat bertahan di tengah krisis global.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, dalam diskusi ekonomi di Kantor Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Kamis (13/07).

Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Ketua BKPM, Chatib Basri, serta sejumlah asosiasi pengusaha, mantan menteri keuangan Indonesia itu mengatakan Indonesia yang selama ini hampir tidak merasakan dampak dari dua kali krisis ekonomi dunia, harus memperhatikan masalah ketidaksetaraan dan melindungi orang miskin serta fokus pada penciptaan lapangan kerja serta kualitas pertumbuhan.

"Pembuat keputusan harus membuat lapangan pekerjaan dan mengatasi kemiskinan, meski pertumbuhan ekonomi 6%," kata Sri Mulyani.

"Pada dasarnya, Indonesia memiliki uang dan angka pertumbuhan yang bagus tetapi pertumbuhan itu sebagian besar bukan dari industri intensif jadi Indonesia harus berinvestasi pada infrastruktur dan meningkatkan produktivitas," kata dia lagi.

Menanggapi masukan itu, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi, meminta pemerintah untuk mengubah kebijakan yang tidak ramah investor.

"Jika pemerintah tidak memiliki dana untuk membangun infrastruktur, paling tidak pemerintah harus mengubah kebijakan yang membebani para investor. Bagaimana bisnis bisa maju jika pemerintah tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka, contohnya kebijakan pertambangan yang tidak konsisten," kata Sofyan.

Kokoh di tengah krisis

"Kita harus belajar dari negara-negara Eropa dan tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas bangsa tetapi punya kebijakan yang baik."

Sri Mulyani

Sementara itu laporan berkala Bank Dunia menyebutkan bahwa meski secara global, kondisi ekonomi dunia tetap lemah dan pasar finansial masih belum stabil, hingga saat ini performa pertumbuhan Indonesia tetap kokoh.

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, dalam kunjungan ke Indonesia awal pekan ini juga melontarkan pujian dengan mengatakan ekonomi Indonesia "kokoh dan menjanjikan."

Bank Dunia mencatat pertumbuhan pendapatan dalam kwartal pertama 2012 adalah 6,3%, sedikit turun dari angka tahun sebelumnya yaitu 6,5%. Sementara tingkat konsumsi tetap tinggi di kwartal pertama 2012, pertumbuhan investasi turun sedangkan ekspor menyumbang kontribusi negatif terhadap pertumbuhan.

Dengan risiko ekonomi global yang tinggi -kelompok negara yang disebut ekonomi baru, termasuk Indonesia- menghadapi tantangan ganda untuk memperkokoh kesiapan menghadapi krisis dan kejutan jangka pendek.

Pada saat yang sama, Indonesia juga harus membuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan jangka menengah dalam lingkungan global yang semakin lemah.

"Kita harus belajar dari negara-negara Eropa dan tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas bangsa tetapi punya kebijakan yang baik," kata Sri Mulyani.

Sementara Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, mengatakan bahwa Indonesia memiliki posisi yang baik di hadapan lembaga-lembaga keuangan dunia.

"Ketika kita berbicara dengan IMF dan Bank Dunia, kita tidak hanya berbicara sebagai anggota tapi juga sebagai pemegang kepentingan," tuturnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.