Yudhoyono terima kunjungan Sri Mulyani

Terbaru  13 Juli 2012 - 13:33 WIB
sri mulyani, sby

Sri Mulyani meminta Indonesia agar membuat kebijakan yang baik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Kantor Presiden, Jumat (13/7).

Dalam pertemuan ramah tamah itu, Yudhoyono juga mendengarkan pandangan Bank Dunia mengenai strategi menghadapi krisis ekonomi global.

"Akan juga menjadi baik bila bisa mendengarkan pandangan anda dari Bank Dunia, karena meskipun IMF dan Bank Dunia memiliki kesamaan dalam menciptakan solusi untuk perekonomian global, tetapi saya dapat melihat perbedaan aturan dan kebijakan antara IMF dan Bank Dunia," kata Yudhoyono.

Awal pekan ini Yudhoyono juga bertemu dengan Direktur Dana Moneter Internasional Christine Lagarde dan Kanselir Jerman Angela Merkel serta berdiskusi mengenai cara menjaga laju pertumbuhan.

'Kebijakan yang baik'

Sehari sebelumnya Sri Mulyani hadir dalam diskusi ekonomi di Kantor Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta.

Ia meminta Indonesia untuk tetap waspada meski angka pertumbuhan ekonomi stabil dan pemerintah tetap dianjurkan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan menaikkan produktivitas untuk dapat bertahan di tengah krisis global.

Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Ketua BKPM, Chatib Basri, serta sejumlah asosiasi pengusaha, mantan menteri keuangan Indonesia itu mengatakan Indonesia yang selama ini hampir tidak merasakan dampak dari dua kali krisis ekonomi dunia, harus memperhatikan masalah ketidaksetaraan dan melindungi orang miskin serta fokus pada penciptaan lapangan kerja serta kualitas pertumbuhan.

"Pembuat keputusan harus membuat lapangan pekerjaan dan mengatasi kemiskinan, meski pertumbuhan ekonomi 6%," kata Sri Mulyani.

Dengan risiko ekonomi global yang tinggi -kelompok negara yang disebut ekonomi baru, termasuk Indonesia- menghadapi tantangan ganda untuk memperkokoh kesiapan menghadapi krisis dan kejutan jangka pendek.

Pada saat yang sama, Indonesia juga harus membuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan jangka menengah dalam lingkungan global yang semakin lemah.

"Kita harus belajar dari negara-negara Eropa dan tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas bangsa tetapi punya kebijakan yang baik," kata Sri Mulyani.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.