Insiden Cisalada: Tidak ada pelaku yang ditahan

Terbaru  16 Juli 2012 - 12:09 WIB
ahmadiyah demo

Aksi demonstrasi menolak Ahmadiyah di Jakarta a pada 2011

Juru bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Firdaus Mubarik, mengatakan tidak ada satu pun pelaku penyerangan permukiman jemaah Ahmadiyah di Cisalada, Desa Ciampea Udik, Bogor, yang ditahan pihak kepolisian. "Mimpi kalau sampai ada penyerang yang ditahan," kata Firdaus pada BBC Indonesia.

Insiden penyerangan itu terjadi Jumat (13/07) lalu, saat empat wartawan Belanda datang Cisalada untuk membuat film dokumenter yang membahas agama dan kebudayaan di Kampung Cisalada.

Namun kedatangan mereka memicu kemarahan warga yang kemudian menyerang permukiman Ahmadiyah untuk mengusir mereka.

Firdaus mengatakan dua warga Ahmadiyah mengalami luka-luka dan enam rumah rusak.

Ini adalah insiden penyerangan kedua terhadap jemaah Ahmadiyah di Cisalada setelah yang pertama terjadi pada Oktober 2010.

Seorang jemaah bernama Ahmad Nuryamin dihukum 18 bulan penjara karena dituduh menusuk salah seorang penyerang. Sedangkan ketiga penyerang mendapat hukuman percobaan 1 tahun.

Surat pernyataan

ahmadiyah tasik

Masjid Ahmadiyah di Tasikmalaya, Jawa Barat yang dirusak massa awal 2012

Ia mengatakan polisi memutuskan menghentikan kasus tersebut sesudah ada surat pernyataan dari jemaah Ahmadiyah.

"Warga diminta buat surat pernyataan yang isinya mereka meminta maaf karena mengundang Michael Maas kesana dan case closed," kata dia.

Salah satu butir dalam surat pernyataan itu adalah jika ada tamu atau wartawan yang masuk ke Cisalada harus seizin pemerintah setempat yaitu kepala desa Ciampea Udik.

"Ke depannya maka setiap liputan soal Cisalada bisa dianggap sebagai provokasi karena tidak izin pemerintah setempat sehingga serangan akan dianggap sebagai akibat yang wajar," kata Firdaus.

'Izin lengkap'

Sementara itu salah satu wartawan asing adalah Michael Maas, koresponden radio Netherland World Wide, mengatakan ia dan rekan-rekannya diperiksa polisi dari Polres Bogor selama delapan jam.

"Kami adalah saksi penyerangan tapi kami merasa polisi menuduh kami sebagai pemicu penyerangan," kata Maas pada BBC Indonesia.

Maas mengatakan sudah mengurus izin dari pemerintah daerah setempat dan aparat.

"Kami mendapat izin dari lima pihak yaitu lurah, camat, pemda, Polsek Ciampea dan Koramil Ciampea.

Mereka diizinkan meninggalkan kantor polisi Sabtu dinihari. Hari ini mereka direncanakan menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Bogor terkait kelengkapan dokumen.

"Semua dokumen kami lengkap bahkan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) saya baru diperbaharui minggu lalu," kata Maas.

Pasca insiden tersebut, ia memutuskan untuk menghentikan proyek dokumenter di Cisalada. "Lagipula kami tidak akan diizinkan memasuki desa itu lagi," kata dia.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Hery Santoso yang dihubungi BBC Indonesia tidak mengangkat telepon selulernya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.