Pengungsi Rohingya di Bogor kabur

Terbaru  27 Juli 2012 - 16:09 WIB
Etnis Rohingya

Etnis Rohingya mengungsi ke berbagai negara karena mengalami kekerasan di Burma.

Dua puluh tiga orang pengungsi Rohingya melarikan diri dari penginapan di kawasan Cisarua Bogor yang dijadikan rumah tahanan sementara imigrasi.

Jurubicara Direktorat Jenderal Imigrasi Maryoto Sumadi menjelaskan, para pengungsi itu kabur secara terpisah dalam waktu satu pekan ini, dan dilakukan di waktu malam, meski demikian dia membantah jika penjagaan yang dilakukan kurang ketat.

"Penjagaan sudah ketat dari pihak imigrasi Bogor secara rutin bergantian dan dari Polsek di Bogor ini sudah dilakukan sesuai dengan SOP, jadi mereka tidak serempak lari 23 orang, pertama 19 orang pada malam hari, keesokan harinya lima orang sisanya kabur," kata Maryoto kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari, Jumat (27/07).

Maryoto mengatakan penempatan para pengungsi di penginapan, memudahkan mereka untuk kabur meskipun sudah dijaga oleh petugas imigrasi dan kepolisian.

Menurut Maryoto, para pengungsi ditempatkan di penginapan, karena sudah merupakan pencari suaka dan di Bogor tidak memiliki rumah tahanan Imigrasi.

Penempatan itu sudah melalui koordinasi dengan Badan PBB Urusan Pengungsi UNHCR dan organisasi yang menangani imigran IOM.

"Jadi atas kerjasama dengan IOM, UNHCR, dan kami juga mendapatkan bantuan dari Polsek Bogor untuk mengawasannya," kata Maryoto.

Kekerasan

Maryoto mengatakan, seluruh pengungsi Rohingya di Bogor belum mendapatkan status sebagai pengungsi dari Badan PBB Urusan Pengungsi, UNHCR.

Menurut data Ditjen Imigrasi jumlah pengungsi Rohingya di seluruh Indonesia sekitar 177 orang termasuk dua anak-anak, dan baru 18 diantaranya yang mendapatkan status sebagai pengungsi dari UNHCR.

Tujuan akhir para pengungsi Rohingya adalah Australia.

Etnis Rohingya mengungsi karena mendapatkan kekerasan dari kelompok mayoritas di Burma.

Mereka mengungsi ke berbagai negara, termasuk Banglades dan Australia melalui Indonesia.

Amnesty International menuduh pasukan keamanan Burma, dan juga warga Buddha Rakhine melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap warga Muslim dan pengrusakan harta benda mereka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.