KPK tangkap dua hakim tipikor

Terbaru  17 Agustus 2012 - 20:12 WIB

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, KPK menangkap dua orang hakim tipikor yang didugai menerima suap.

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dua orang hakim pengadilan tindak pidana korupsi yang diduga menerima suap terkait perkara yang ditanganinya.

"KPK bersinergi dengan Mahkamah Agung telah berhasil melakukan operasi tangkap tangan terhadap tiga orang, dua di antaranya adalah hakim ad hoc Tipikor," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di gedung KPK, Jumat (17/08).

Menurut Bambang, dua orang hakim itu ditangkap karena diduga menerima suap.

"Diduga berkaitan proses pemeriksaan yang sedang ditangani menyangkut seseorang yang punya jabatan cukup tinggi di daerah,"ungkap Bambang.

Sejumlah laporan menyebutkan, kedua hakim itu ditangkap di Semarang, Jateng.

Dalam penangkapan itu, KPK juga menyita barang bukti berupa uang sekitar Rp100 juta, kata Bambang.

"Nama yang ditangkap adalah KM dan HK... keduanya adalah hakim ad hoc Tipikor yang juga mantan pengacara, serta SD yaitu orang yang mempunyai hubungan dengan orang yang perkaranya sedang diperiksa pengadilan Tipikor Semarang," papar Bambang.

Diterbangkan ke Jakarta

Sementara, Ketua Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung Djoko Sarwoko, yang hadir dalam jumpa pers, mengaku terkejut dengan penangkapan dua orang hakim itu.

Alasannya, salah-seorang hakim yanf ditangkap ditempatkan di Pontianak, Kalimantan Barat, tetapi ikut menangani perkara di Jawa Tengah.

"Diduga berkaitan proses pemeriksaan yang sedang ditangani menyangkut seseorang yang punya jabatan cukup tinggi di daerah."

Wakil Ketua KPK Bambang Wijoyanto

"Saya juga terkejut, mengapa hakim ad hoc di Pontianak juga ngobyek di Semarang," kata Djoko.

Rencananya"pada Jumat (17/08) malam, dua orang hakim adhoc tipikor itu akan diterbangkan ke Jakarta.

"Nanti malam ketiganya sudah dibawa ke Jakarta," kata Bambang Widjojanto.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, penangkapan ini juga tidak terlepas dari laporan masyarakat. "Karena informasinya diperkaya dari masyarakat, KPK juga bekerja sama dengan Kejaksaan Semarang dalam kasus ini," ungkapnya.

Menurut Bambang, selain menangkap dua orang hakim, KPK juga menangkap seorang yang disebut sebagai perantara berinisial SD.

"Dia memberikan uang dengan nilai lebih dari Rp100 juta kepada HK menyangkut perkara seseorang yang memiliki jabatan tinggi di daerah tersebut yang statusnya sedang diperiksa".

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.