Tanah longsor halangi bantuan pertama korban gempa

Terbaru  21 Agustus 2012 - 19:03 WIB
Gempa di Sulawesi Tengah

Gempa di Sulawesi Tengah sejauh ini menewaskan lima orang, 42 lainnya luka-luka.

Tanah longsor menghalangi upaya pemberian bantuan pertama terhadap warga di tiga kecamatan di Sulawesi Tengah yang menjadi korban gempa berkekuatan 6,2 skala Richter.

Situasi ini membuat pemerintah Indonesia mengerahkan helikopter untuk mengangkut bantuan korban gempa yang terjadi Sabtu (18/08).

"Hari ini sudah diangkut bantuan berupa sembako dan tenda dengan menggunakan helikopter. Bantuan ini kami perkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lima hari ke depan," kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulahan Bencana (BNPB), hari Selasa (21/08).

Sutopo menjelaskan ada tiga kecamatan yang paling parah terkena bencana, yaitu Kulawi, Gumbasa, dan Lindu.

Akses ke tiga kecamatan ini tertutup akibat tanah longsor di tidak kurang 60 titik di daerah perbukitan.

Akses sulit

"Sebelum gempa pun, akses ke Lindu sulit. Jalannya sempit dan biasanya warga memakai sepeda motor dan kuda," kata Sutopo.

"Kecamatan Lindu ini bagian dari kawasan Taman Nasional Lore Lindu," imbuhnya.

Ia menjelaskan alat-alat berat sudah tiba di lokasi dan diperkirakan dalam lima hari ke depan akses ke kawasan bencana menjadi makin mudah.

Gempa pada hari Sabtu tersebut menyebabkan lima orang tewas dan 42 lainnya luka-luka, baik ringan maupun berat.

"Sedangkan jumlah rumah yang rusak mencapai 471 unit, 165 di antaranya rusak berat. Sekolah, masjid, dan gereja juga mengalami kerusakan," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, 340 kepala keluarga atau sekitar 2.000 warga mengungsi, selain karena rumah-rumah mereka rusak, gempa susulan juga masin terasa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.