Menlu AS Hillary Clinton berkunjung ke Indonesia

Terbaru  3 September 2012 - 11:55 WIB
hillary clinton

Organisasi pegiat hak asasi manusia meminta Menlu AS Hillary Clinton membahas intoleransi beragama di Indonesia

Menteri Luar Negeri Marty M. Natalegawa akan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton di Jakarta, Senin (03/09).

Ini adalah kunjungan kedua Clinton ke Indonesia setelah kedatangan pertamanya pada Februari 2009.

Dalam pertemuan itu kedua menteri akan membicarakan kemitraan strategis RI-AS serta sejumlah isu lain yang menjadi perhatian bersama, seperti konflik Laut Cina Selatan. Clinton juga akan melakukan kunjungan kehormatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari Indonesia, Clinton akan bertolak ke Cina, Brunei Darussalam dan Timor Leste sebelum berakhir di Vladivostok, Rusia untuk mewakili Presiden AS Barack Obama dalam pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ekonomi APEC.

Kebebasan beragama

Sementara itu organisasi penggiat hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) meminta Clinton untuk membicarakan perlakuan terhadap kelompok agama minoritas dan tahanan politik dengan pemerintah Indonesia.

"Menteri Clinton harus menekan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah konkrit untuk membahas meningkatnya intoleransi beragama," kata John Sifton, direktur advokasi Asia. "Indonesia harus menyadari bahwa hukum dan kebijakan opresif terhadap minoritas beragama menyulut kekerasan dan diskriminasi."

HRW menilai Indonesia gagal mengatasi meningkatnya kekerasan berupa penyerangan oleh kelompok-kelompok Islam garis keras di Jawa dan Sumatra terhadap minoritas, termasuk Ahmadiyah, Kristen dan Syiah. Organisasi itu menyebut serangan terhadap komunitas Syiah di Madura dua pekan lalu sebagai salah satu contoh.

HRW juga menyayangkan penggunaan pasal penodaan agama pada anggota kelompok minoritas yang merupakan pelanggaran hak asasi mereka, seperti yang terjadi pada pemimpin Syiah Sampang Tajul Muluk dan seorang mantan pegawai negeri sipil di Sumatra Barat, Alexander, yang dipenjara karena mengaku sebagai atheis.

Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini merilis laporan mereka tentang kebebasan beragama di dunia dan laporan itu menyorot sejumlah kasus tekanan terhadap minoritas di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Marty mengatakan akan mendengar dan menerima berbagai masukan dan pandangan dari negara sahabat yang berpandangan sama dengan Indonesia.

"Sama seperti Indonesia ketika kita melihat wujud intoleransi di negara lain, kita juga menyampaikan kekhawatiran dan keprihatinan tetapi kita perlu bekerja sama, bermitra untuk memberantas wujud-wujud intoleransi," kata Marty pada BBC.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.