Pemilih cerdas tentukan hasil Pilkada DKI

Terbaru  19 September 2012 - 17:36 WIB
TPS di Jakarta

Pemilih cerdas akan ketat diperebutkan pasangan cagub Jakarta.

Kelas menengah Jakarta diramalkan akan jadi penentu kemenangan dua kubu dalam pemilihan Gubernur Jakarta putaran kedua yang akan dilangsungkan Kamis (20/9) besok.

Hingga beberapa hari menjelang pemungutan suara, sejumlah lembaga survei masih mengunggulkan pasangan Jokowi-Basuki Purnama, namun sebagian besar menyebut selisihnya dengan suara dari pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli terlalu tipis.

"Jadi too close to call, selisih suaranya sedikit sekali sehingga kalau lawan dapat tambahan satu-dua persen suara, sudah cukup untuk mengalahkan pesaingnya," kata Kuskrido Dodi Ambardi dari Lembaga Survei Indonesia, LSI.

Dalam surveinya yang diumumkan akhir pekan lalu LSI memberikan keuntungan pada Jokowi-Basuki dengan 45,6 persen, sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi 44,7 persen.

Namun survei tersebut menyisakan kemungkinan salah hitung hingga lima persen, ditambah kelompok yang belum memutuskan akan memberikan suara sebesar hampir 10 persen.

"Karakteristik undecided voters ini adalah pemilih cerdas yang memang kritis memilih," tambah Dodi.

'Ke TPS'

Bukan cuma LSI yang belum berhasil memetakan arah suara kelompok strata masyarakat menengah, ditandai dengan ekonomi mapan, pendidikan cukup dan akses terhadap informasi ini.

Pusat Kajian Politik Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) juga menyatakan pemilih kelas menengah enggan menentukan pilihan cepat-cepat.

"Mereka menunggu ada informasi tentang program substantif para calon, bukan sekedar lontaran isu seperti SARA," kata Budi Eko wardani dari Puskapol UI.

Survei Pilgub Jakarta

  • Lembaga Survei Indonesia (LSI) Survei dilakukan sepanjang 2-7 September lalu dimana pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama akan meraih dukungan 45,6 persen sementara pasangan Fauzi Bowo-Nahrowi 44,7 persen jika pemilukada dilakukan saat ini. Survei diumumkan 16 September.
  • Puskapol UI Hasil survei elektabilitas Cagub hampir seimbang, 30 persen pemilih kelas menengah undecided voters. 40% pemilih meyakini adanya politik uang. Survei diumumkan beberapa hari menjelang pemungutan suara putaran kedua.
  • Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)Dalam format pilihan kepada calon gubernur saja, Fauzi Bowo memperoleh 44,3 persen dan Jokowi 45,0 persen. Dalam format pilihan pasangan Cagub, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli 44,2 persen dan Jokowi-Basuki 45,6 persen. Survei diumumkan pada 15 September 2012
  • Soegeng Sarjadi School for Government (SSSG) Pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama memperoleh 36,74%, sementara Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli 29,47%. Survei diumumkan pada 14 September 2012.

Sayangnya pola kampanye Pilgub Jakarta menurut Budi masih banyak berkisar pada persoalan isu bukan akar program dan ini mengecewakan pemilih menengah.

"Dalam survei terakhir kami ada 30% pemilih semacam ini, baru 70% yang tahu mau pilih siapa besok," tambahnya.

Melihat latar belakang dan karakter kelompok ini, Dodi Mabardi menduga suara mereka akan lebih banyak bergerak ke arah Jokowi-Basuki.

"Karena tipe pemilih Jokowi-Ahok memang begitu, mereka modelnya protest voting memberi suara sebagai bentuk kekecewaan," tambahnya.

Tetapi membujuk kelompok pemilih cerdas ini ke lokasi pemungutan suara, juga bukan hal mudah.

"Lihat saja pada putaran pertama, (pemilih) hanya 60%, turun dari Pilgub 2007 yang mencapai sekitar 65%," kata Budi.

Dengan demikian, Budi menilai kunci kemenangan kandidat akan ada pada bagaimana masing-masing pasangan bisa mempengaruhi pemilih agar selain memberikan dukungan juga memberikannya dalam bentuk mendatangi TPS dan mencoblos.

"Ini penting, soalnya banyak juga yang sebenarnya tahu mau pilih siapa tapi apatis dan merasa sia-sia datang ke TPS," tambah Budi.

Pemilih terdaftar di Jakarta saat ini mencapai hampir tujuh juta jiwa dan untuk mendukung terselenggaranya Pilkada, pemerintah ibukota telah menerbitkan surat meminta instansi pemerintah dan swasta agar meliburkan pegawainya pada hari Kamis besok.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.