Terorisme: Polisi kejar tersangka lain

Terbaru  18 September 2012 - 15:48 WIB
densus 88

Densus 88 menemukan bahan-bahan pembuat bom di rumah tersangka

Detasemen Khusus Anti Teror Mabes Polri masih mengejar sedikitnya tiga lagi tersangka yang diduga merupakan anggota jaringan terorisme setelah menahan tiga tersangka baru, Senin (17/9) malam.

Para buron menurut polisi dikejar berdasar keterangan tersangka yg sudah lebih dulu ditangkap dari jaringan Tr di Tambora, Jakarta Barat dan jaringan teror Solo.

"Ada tiga lagi, dua itu anggota Tr kita dapat dari pengakuannya, satu lagi anggota jaringan Solo," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafly kepada Dewi Safitri dari BBC.

Pada Senin siang polisi menangkap dua tersangka di kawasan Bintaro Tangerang dan petang harinya menangkap sasaran lain di Tambun, Bekasi.

"Operasi berlangsung sejak siang sampai malam pukul 23:00," tambah Boy.

Dalam penangkapan di Tambun, polisi menyebut pula mendapat temuan sejumlah benda yg diduga merupakan bahan peledak.

"Ada gotri, black powder, paralon, batu baterai,"Boy menyebut sebagian temuan tersebut. Peran para tersangka menurut penyidik sementara adalah sebagai penyimpan bahan peledak.

Polisi mengatakan bahwa Tr berencana melakukan pengeboman di empat lokasi di Jakarta.

Boy Rafly Amar pekan lalu (10/09) mengatakan bahwa Tr adalah salah satu 'calon pengantin', atau calon pelaku bom bunuh diri. Ia rencananya akan melakukan peledakan di empat lokasi di Jakarta antara lain di Markas Densus 88 dan Komunitas Buddha. Lokasi terakhir dipilih Tr sebagai solidaritas terhadap muslim Rohingya di Burma.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai mengatakan sejumlah kasus yang terungkap belakangan ini, termasuk Tr, merupakan bagian dari jaringan kelompok teroris yang lebih besar.

"Jaringan terorisme di Indonesia merupakan jaringan yang sangat besar. Solo merupakan salah satu simpul jaringan yang besar dan bergerak di seluruh Indonesia. Tr [tersangka perakit bom di Tambora, Jakarta Barat] dan Depok itu merupakan salah satu simpul," kata Mbai di istana Wapres beberapa waktu lalu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.