Lagi, PRT Indonesia diduga disiksa di Malaysia

Terbaru  6 Oktober 2012 - 16:00 WIB
Tenaga kerja asal Indonesia

Tak kurang dari 200.000 TKW Indonesia bekerja di Malaysia.

Pasangan suami istri di Malaysia dikenai dakwaan menyiksa pembantu rumah tangga asal Indonesia dan terancam hukuman maksimal penjara 35 tahun.

Kasus ini muncul meski pemerintah Malaysia telah menerapkan beberapa aturan baru untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada para pembantu rumah tangga asing yang bekerja di negara tersebut.

Jaksa Chuah Shyue Chien, seperti dikutip kantor berita AP hari Sabtu (06/10), mengatakan bahwa pasangan suami istri Mohamad Shukur Suradi dan Daeng Norulasyikin Bachok menyatakan tidak bersalah.

Mereka membantah telah menganiaya pembantu asal Indonesia, Marsini, kata Chuah.

Menurut Chuah, Suradi, yang sehari-hari pekerja sebagai staf pemasaran mobil, bersama istrinya diduga memukul Marsini dengan tongkat golf, pisau, dan ikat pinggang.

Jalani perawatan

Keduanya juga diduga menyiram Marsini dengan air dan minyak panas di rumah mereka di negara bagian Johor antara Juli hingga akhir September tahun ini.

Jaksa Chuah menjelaskan Suradi-Bachok juga didakwa dengan undang-undang antiperdagangan manusia karena memaksa Marsini bekerja dari pagi hingga larut malam.

Marsini, kata Chuah, mulai bekerja untuk keluarga Suradi pada Januari lalu dan berhasil melarikan diri. Setelah keluar dari rumah Suradi, Marsini melaporkan kasusnya ke polisi.

Saat ini Marsini dirawat di satu rumah singgah di Malaysia.

Kasus ini menurut rencana akan mulai digelar pada 16 Oktober.

Diperkirakan lebih dari 200.000 pembantu rumah tangga Indonesia bekerja di Malayisa.

Sejumlah kasus perlakukan buruk terhadap para pembantu ini sempat membuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia tegang.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.