Rusuh Lampung Tengah, lima orang diperiksa

Terbaru  9 November 2012 - 16:02 WIB

Poldai Lampung memeriksa lima orang terkait kerusuhan di Lampung Tengah yang mengakibatkan sedikitnya 13 rumah rusak.

Polisi memeriksa lima orang terkait kerusuhan antar warga dua kampung di wilayah Lampung Tengah, yang mengakibatkan sedikitnya 13 rumah rusak dan terbakar.

"Masih dilakukan pemeriksaan intensif terhadap lima orang yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa yang terjadi," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Riyanto, Jumat (09/11) siang.

Lima orang tersebut berasal dari Kampung Buyut Udik dan Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Kerusuhan ini, menurut Agus, diawali peristiwa pengeroyokan seorang warga Kampung Buyut oleh warga Kampung Kusumadadi, pada 18 Oktober 2012 lalu, karena dituduh mencuri sapi milik warga.

"Pelaku dihakimi massa dan meninggal dunia," kata Agus Riyanto.

Aksi pengeroyokan ini membuat warga kampung tempat tinggal korban marah dan balas menyerang, yang akhirnya berakhir rusuh.

Kerusuhan di Lampung Tengah ini terjadi tidak lama setelah bentrokan berdarah pecah di Lampung Selatan yang menewaskan 14 orang dan lebih dari 1.000 warga Desa Balinuraga harus diungsikan, akhir Oktober silam.

Kerusuhan sosial di Lampung Selatan ini dipicu oleh informasi yang belum jelas tentang perbuatan seoeang warga Desa Balinuraga yang dituduh melakukan hal tidak menyenangkan terhadap dua gadis dari Desa Agom.

Mengungsi

Dalam dua hari terakhir ini, kedua pihak yang bertikai berhasil didamaikan dan Pemda Lampung menjanjikan membangun semua rumah yang rusak dibakar.

Namun di tengah proses perdamaian itulah, pecah kerusuhan di Lampung Tengah, Kamis (08/11) kemarin siang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Provinsi Lampung, Sutoto mengatakan, pihaknya dan otoritas terkait masih mempelajari kenapa warga di dua wilayah itu "gampang tersulut emosi."

"Inilah yang sedang kita pelajari, padahal kasus ini bermula (seorang warga) kemalingan sapi. Kebetulan yang kemarin di keroyok massa itu (berada) di kandang sapi," ungkap Sutoto, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (09/11) siang.

Sejumlah laporan menyebutkan, situasi di lokasi bekas kerusuhan berangsur-angsur normal, walaupun sekitar 300 orang yang rumahnya dibakar memilih tetap mengungsi di sebuah pondok pesantren setempat.

Polisi Lampung menjanjikan untuk segera memulangkan pengungsi ke kampungnya masing-masing.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.