Jelang hari jadi OPM, polisi dekati tokoh informal Papua

  • 30 November 2012
Image caption Patroli polisi di kawasan Abepura, Papua, usai kerusuhan pada Juni 2012 lalu.

Polda Papua terus berupaya melakukan penggalangan terhadap sejumlah tokoh masyarakat Papua, menjelang hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka, OPM yang diperingati tiap 1 Desember.

Aparat kepolisian juga diterjunkan secara khusus ke kantong-kantong masyarakat yang dianggap rentan hasutan kelompok separatis.

Hampir setiap tahun, simpatisan atau pendukung OPM di sejumlah kota besar di Papua dan Papua Barat melakukan pengibaran bendera "Bintang Kejora" dan unjuk rasa menuntut pemisahan diri dari Indonesia.

Upaya pendekatan ini, ungkap Wakapolda Papua, sudah digelar sejak awal November lalu.

"Termasuk melakukan penggalangan tokoh-tokoh masyarakat yang berafiliasi 'keras' maupun yang 'biasa' (dengan kelompok separatis) dan yang kita anggap mudah dipengaruhi pihak lain," kata Wakapolda Polda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw, saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (29/11) sore.

Siaga satu

Sementara itu, seperti dilaporkan kantor berita Antara, Polda Papua telah memberlakukan siaga satu untuk mengantisipasi kegiatan kelompok pro kemerdekaan pada Sabtu besok.

Kabid Humas Polda Papua AKBP Gede Sumerta kepada wartawan di Jayapura, mengaku saat ini sedang diberlakukan siaga satu dengan kekuatan dua pertiga anggota Polri yang bertugas di jajaran Polda Papua.

Selain menyiagakan anggotanya, Polda Papua juga telah meminta bantuan TNI untuk mendukung pengamanan di wilayah Papua.

Menurutnya, sejauh ini Polda Papua belum menerima permintaan izin dari masyarakat untuk melakukan kegiatan pada Sabtu (01/12) besok, namun apabila hanya melakukan ibadah akan dikabulkan dengan kawalan polisi.

Namun menurutnya, apabila ada yang diketahui menaikkan bendera "bintang kejora", maka yang bersangkutan akan ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam sepekan ini, aksi kekerasan di Papua kembali meningkat, menyusul baku-tembak antara rombongan Kapolda dan kelompok bersenjata di wilayah Jayawijaya, serta pembunuhan tiga polisi di Markas Polsek Pirime di Jayawijaya yang diduga dilakukan kelompok orang tak dikenal.

Serangan sebelumnya menewaskan Brigadir Yohan Kisiwaitouw seorang anggota Polres Paniai pada bulan Agustus, sementara anggota Polres Tolikara Bripda Jefrry L Runtoboy tewas ditembak orang tak dikenal di Distrik Wenan, Wamena September lalu.

Berita terkait