Noken Papua mendapat pengakuan UNESCO

  • 5 Desember 2012
noken papua unesco
Image caption Selain Noken Papua, keris, batik dan wayang telah lebih dulu diakui oleh UNESCO

Tas rajutan atau anyaman multifungsi kerajinan tangan rakyat Papua, Noken, resmi masuk dalam Daftar UNESCO Warisan Budaya Takbenda.

Berdasarkan keterangan yang diterima oleh BBC Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, keputusan itu diketuk palu oleh Arley Gill dari Grenada yang menjadi ketua Sidang Komite Antar-Pemerintah ke-7 untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Markas UNESCO di Paris, Prancis, Selasa.

Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Wiendu Nuryanti, menyambut gembira inskripsi itu.

“Pengakuan UNESCO ini akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken, yang dimiliki oleh lebih dari 250 suku bangsa di Provinsi Papua dan Papua Barat,” kata Wiendu.

“Inskripsi UNESCO ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal upaya kita untuk bersama-sama menggali, melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken yang penting ini. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan nominasi Noken.”

Wiendu didampingi oleh Titus Pekei, putra Papua, Ketua Lembaga Ekologi Papua dan pencetus gagasan menominasi Noken ke UNESCO.

Titus, yang mewakili masyarakat Papua memberi masukan dan mendukung nominasi Noken ke UNESCO, turut gembira dengan berhasilnya perjuangan Noken yang telah mulai dengan penelitian lapangan oleh tim Puslitbangbud sejak awal 2011.

“Mama-mama Papua perajin noken pasti bahagia pada hari ini,” kata Titus.

Inskripsi Noken di UNESCo menyusul Wayang, Keris, Batik, Diklat Warisan Budaya Batik untuk Siswa Sekolah, Angklung, dan tari Saman.

Berita terkait