KPK periksa saksi terkait tersangka Andi Mallarangeng

Image caption KPK mulai memeriksa saksi-saksi untuk tersangka Andi Mallarangeng dalam kasus pembangunan sarana olahraga di Hambalang, Jawa Barat.

Komisi Pemberantasan Korupsi mulai memeriksa sejumlah saksi untuk tersangka Andi Mallarangeng terkait kasus pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/12).

Salah-seorang saksi yang dipastikan telah mendatangi gedung KPK adalah Deddy Kusnidar, yang juga tersangka kasus korupsi Hambalang.

"Ya, dia (Deddy Kusnidar) salah-satu saksi yang diperiksa hari ini," kata Juru bicara KPK Johan Budi kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin (11/12) pagi.

Deddy, yang merupakan pejabat pembuat komitmen proyek Hambalang, dijadikan tersangka dalam kasus Hambalang pada Juli 2012.

Adapun Andi Mallarangeng dijadikan tersangka oleh KPK pada Kamis (06/12) lalu, yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora.

Konstruksi hukum sama

Menurut KPK, penetapan Andi sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan setelah mereka menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar sebagai tersangka.

Pekan lalu, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, konstruksi hukum yang ditetapkan pada Andi sama dengan konstruksi hukum yang dikenakan terhadap Deddy Kusdinar.

"Yang bersangkutan dikenai Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dan juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP," jelas Abraham.

Andi Mallarangeng dan Deddy terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling besar Rp 1 miliar.

KPK sebelumnya pernah memeriksa Deddy terkait posisinya sebagai tersangka, tetapi tidak ditahan.

Sebagai pejabat pembuat komitmen, Deddy dalam berbagai kesempatan mengaku bertanggung jawab kepada Menpora melalui Sekretaris Kemenpora saat itu, Wafid Muharam.

Berita terkait