Napi terorisme yang lari pakai cadar tertangkap

Cadar
Image caption Roki Aprisdianto melarikan dengan mengenakan cadar.

Narapidana kasus terorisme, Roki Aprisdianto, yang kabur dari rumah tahanan Polda Metro dengan menggunakan cadar, ditangkap kembali pada Senin malam (10/12).

Kepastian tertangkapnya Roki ini disampaikan juru bicara Mabes Polri, Suhardi Alius, dalam keterangan kepada BBC.

"Benar sudah tertangkap kembali. Modusnya menggunakan cadar dalam pelarian," kata Suhardi.

Roki Aprisdianto melarikan diri pada 6 November dengan menggunakan cadar.

Berbagai laporan menyebutkan Roki ditangkap aparat keamanan dari unit antiteror Polri Senin sekitar pukul 19.30 WIB dalam perjalanan dari Surabaya menuju Solo.

Libatkan Polwan

Ia diringkus ketika bus yang ia tumpangi masuk ke terminal bus di Madiun, Jawa Timur.

Aparat mengendus keberadaan Roki setelah bom rakitan yang diduga ia buat ditemukan di halaman kantor Mapolsek Pasar Kliwon, Solo, pada 20 November lalu.

Untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan, Polri akan melibatkan Polwan untuk mengecek tamu narapidana.

"Tamu tahanan akan diperketat. Polwan akan dilibatkan untuk mengecek tamu bercadar, baik ketika datang maupun keluar," kata Suhardi kepada BBC Indonesia melalui pesan pendek telpon.

Dua tersangka lain, yang diyakini menjadi anggota kelompok Roki, juga ditangkap di Solo, tidak lama setelah penangkapan kembali Roki di Madiun.

Roki Aprisdianto diganjar hukuman penjara enam tahun pada 2011 setelah dinyatakan berada di balik serangkaian pengeboman.

Berita terkait