Hujan normal tapi angin kencang di Jabodetabek

  • 13 Januari 2013
Cuaca Jakarta
Image caption Hujan akan guyur Jakarta dengan intensitas ringan-lebat hingga Selasa (15/1).

Meski hujan terus mengguyur kawasan Jakarta Bogor Tangerang Depok dan Bekasi (Jabodetabek) namun munculnya banjir besar sementara ini nampaknya dapat dielakkan.

Catatan terakhir pada Minggu (13/1) pukul 15.30 WIB dari Pintu Air Manggarai menunjukkan posisi ketinggian air dibawah normal, hanya 690, jauh dibawah posisi Siaga III hari Rabu (9/1) lalu yang mencapai 820.

"Kita sementara bisa tenang karena di (pintu air bendungan) Katulampa juga normal. Hujan terus ada turun-berhenti, tetapi intensitas tidak besar sekali," kata Petugas penjaga Pintu Air Manggarai, Diyon Santoso.

Diyon mengakui sejumlah lokasi tetap terendam banjir di Jakarta, namun menurutnya titik-titik tergenang karena lokasi bantaran sungai yang nekat dipakai sebagai pemukiman warga.

"Ya itu contohnya Kalibata, Bukit Duri, Kebon Baru, Bidara Cina, Kampung Melayu," katanya.

Sementara yang sangat membantu air mengalir lebih cepat dibanding sebelumnya adalah pembangunan Banjir kanal Timur serta pembersihan pintu air dari onggokan berton-ton sampah.

Sejak menjabat sebagai Gubernur Jakarta kurang dari 100 hari lalu, Gubernur Joko Widodo telah lebih dari tiga kali ke Pintu Air Manggarai, kata Diyon.

"Jadi pekerjaan keruk sampah dengan alat berat sekarang lebih cepat, tidak tunggu numpuk lagi langsung keruk," tambahnya bersemangat.

Dalam sehari, alat berat dapat menghasilkan tumpukan 3-4 truk sampah yang dibuang warga dari Bogor hingga Jakarta, termasuk perabot rumah tangga, sampah basah, hingga batang pohon ukuran besar.

Waspada angin

Curah hujan dalam dua hari juga diramal BMKG normal, dengan intensitas ringan hingga lebat.

"Hujan bisa meningkat karena ada tekanan rendah di Laut Arafura dan Samudra Pasifik di timur Filipina," kata petugas peramal BMKG, Lutfi Fitriano.

Dengan berkumpulnya angin yang memanjang dari wilayah selatan sumatera hingga Laut Banda, maka kemudian aktifitas tumbuhnya awan hujan menjadi meningkat dan curah hujan bisa masuk level lebat di Jabodetabek.

"Potensi hujan besar seperti (pada hari) Rabu masih ada, karena tekanan rendah di Laut Arafura tadi," tambah Lutfi.

Tetapi yang dianggap lebih perlu diwaspadai adalah kekuatan hujan yang disertai angin kencang.

"Waspada karena hujan disertai angin kencang masih ditambah kilat dan petir, seperti yang terjadi sepekan belakangan ini."

BMKG meramalakan angin kencang satu hingga dua hari kedepan masih menunjukkan indikasi akan kembali muncul dengan sumber dari arah barat hingga barat Laut Khatulistiwa dengan kecepatan 5-20 knot.

"Ini kalau dikonversikan dengan kecepatan yang biasa kita ketahui, bisa sampai 18-35 km/jam. Kecang sekali," tambahnya.

Kecepatan angin sudah harus diwaspadai karena dianggap berpotensi punya daya rusak mulai dari 10km/jam.

Berita terkait