Presiden perintahkan TNI dan Polri kerahkan personel atasi banjir

banjir jakarta
Image caption Banjir merata di seluruh pelosok Jakarta dan Bekasi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar kekuatan militer dan kepolisian dikerahkan untuk atasi banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Saat menjnjau kompleks istana yang digenangi air hingga sekitar 30cm pagi tadi Presiden, yang menggulung celana hingga lutut, menelepon langsung Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo dan Panglima TNI Marsekal Agus Suhartono.

"Bapak Presiden perintahkan agar kedua pimpinan tertinggi kepolisian dan TNI ini mengerahkan bantuan berupa personel dan peralatan yang dimiliki untuk mengevakuasi korban banjir juga menyelamatkan Harta benda meeka," kata juru bicara istana, Julian Pasha kepada Dewi Safitri dari BBC.

Banjir mulai banyak dilaporkan terjadi di sejumlah titik sekitar Jakarta sejak semalam dan pada pagi tadi sekitar pukul 06.30 Presiden telah menerima laporan dari pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait kondisi bencana.

"Instruksinya jelas: prioritas pada rakyat yang jadi korban. BNPB diminta koordinasi dengan Pemda DKI, TNI, Polri dan pihak lain yang terkait," tambah Julian.

'Tak usah pikirkan istana'

Image caption Presiden Yudhoyono meninjau banjir di istana bersama Menlu Marty Natalegawa

Banjir kali ini juga menunjukkan perubahan kebijakan yang pada tahun-tahun sebelumnya tak nampak terjadi di istana.

Akibat besarnya arus di pintu air Manggarai, BNPB dengan koordinasi dengan Pemda DKI memutuskan memindah sebagian debit ke sungai Ciliwung lama.

Dengan langkah ini diharapkan ketinggan air yang telah mencapai 10-20cm sampailah sekitar pukul 11.00 wib dapat sedikit dikurangi.

Tetapi sebagai konsekuensinya, daerah pusat Jakarta termasuk kawasan elite Menteng dan kawasan istana akan turut tergenang.

"Bapak Presiden sudah bicara langsung pada Gubernur Jakarta Pak Jokowi supaya tak usah pikirkan istana," kata Julian Pasha.

Kontroversi tentang pengalihan genangan ke wilayah istana bila Jakarta dilanda banjir, sudah menjadi debat rutin sejak Jakarta diperintah Gubernur Sutiyoso.

"Pokoknya kita ingin banjir cepat surut dengan prioritas rakyat banyak," tambah Julian.

Sejak izin diberikan sekitar pukul 06;00 wib, air langsung menyerbu istana dan sekitarnya pukul 08;00 wib.

"Sekarang sudah lumayan surut kok, tidak lama kan."

Presiden Yudhoyono dijadwalkan meninjau beberapa titik lokasi banjir sore ini.

Selain Pemda DKI, TNI dan Polri, Presiden juga secara khusus minta aparat Kementerian Kesra Dan Kesehatan siaga 24 jam.

Meski dikepung banjir, Yudhoyono tetap menerima kunjungan kenegaraan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner di Istana Merdeka, pukul 11.45 WIB.

Akibat hujan yang terus mengguyur Jakarta, upacara penyambutan dilakukan di teras Istana. Upacara juga mundur lebih dari satu jam.

Berita terkait