100 hari Jokowi, banjir dan opini warga Jakarta

  • 24 Januari 2013
Gubernur Joko Widodo
Image caption Istilah 'blusukan' populer karena Jokowi sering turun lapangan disambut hangat warga Jakarta.

Sejumlah media nasional berlomba menerbitkan laporan khusus menyorot kinerja pasangan gubernur Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama setelah 100 hari pertama mereka resmi berdinas sebagai pimpinan ibukota.

Sebagian besar menyertakan analisis dari politisi, pejabat dan pakar, tetapi warga Jakarta punya pendapat mereka sendiri pula. Beberapa diantaranya menyampaikan opininya menjawab pertanyaan wartawan BBC, Dewi Safitri terkait kinerja 100 hari dan respon pasangan gubernur menghadapi banjir lalu:

Ubaydillah, pegiat lingkungan Direktur Walhi Jakarta

(memberikan suara dalam Pilgub di Kelurahan Tamansari Kecamatan Pinangsia Jakarta Barat tetapi memilih merahasiakan pilihannya)

Harapan masyarakat sangat tinggi pada Jokowi, tinggi tapi melihat rekam jejaknya 100 hari ini banyak hal yang belum direlisasikan, yang sudah baru seperti kartu sehat.

Tapi soal banjir dan macet malah masih parah, meski harus diakui 100 hari terlalu pendek untuk peenyelesaian problem serumit ini.

Pak Jokowi kelihatannya masih berorientasi medan, blusukan penting tapi hasil kongkrit mestinya lebih diutamakan.

Sutaryo, juragan tempe

(memberikan suara di Kelurahan Kramat Pela Kecamatan Kebayoran, Jaksel memilih Cagub Faisal Basri kemudian Jokowi) Positif tiap langkahnya kan langsung dipraktekkan bukan omong doang.

Tapi karena situasinya komplek jadi kan tidak semudah yang kita harapkan, tapi secara tugas orang yang mau susah payah ke lapangan seperti Pak Jokowi pasti lebih bagus.

Kan ada itu pemimpin yang cuma mau duduk di belakang meja saja. Permasalahan Jakarta kan luar biasa beratnya jadi kalau baru 100 hari ya apa artinya.

Cuma, gebrakannya kan sudah terlihat (misalnya) soal banjir juga dia langsung ke lapangan. Sekarang sudah ada solusi untuk sodet Sungai Ciliwung, juga ada ide mengembalikan penataan tata kota. Ini kan langsung ditangani, sebelumnya belum pernah seperti itu.

Enny Srihartati, pengamat ekonomiDirektur INDEF

(memberikan suara di Kelurahah Tengah Kecamatan Kramat Jati Jaktim dengan pilihan dirahasiakan) Belum bisa kita kasih pendapat dong kan banyak masalah yang merupakan warisan rezim lama, akumulasi problem yang bertahun-tahun tersumbat dan baru sekarang mau diurai.

Tapi kelihatan kalau masyarakat masih menaruh kepercayaan bahwa ak Jokowi ini still on the right track, selanjutnya tinggal realisasi.

Tapi tentu butuh komitmen antar pihak supaya niat-niat besar Jokowi jalan bukan cuma Pemda, nah ada enggak ini? Terutama dari pemerintah pusat ya.

Ariani, ibu rumah tangga dan pegiat hak kaum cacat

(memberikan suara di Keluarahan Malaka Sari Kecamatan Duren Sawit Jaktim memilih Cagub Faisal Basri kemudian Jokowi)

Kalau soal banjir sih oke, sigap lah, perkara memuaskan atau tidak yang penting sudah bertindak, bahkan gaya blusukan Pak Jokowi saja sampai ditiru pak SBY to.

Saya juga snagat respek gayanya merakyat, prasojo, biar pejabat sama sama DPR itu mbok jangan blereng (silau) sama materi saja, tiru lah bapak ini.

Tapi untuk kelompok difabel seperti kami, kayaknya belum terasa dapat perhatian ya. Kami butuh perhatian pak.

Program Pak Jokowi soal busway, ada monorail dan lain-lainnya itu bagus tapi jangan lupa juga harus ada akses untuk kelompok difabel. Kami takut ketinggalan perhatiannya, kami kok belum pernah ditengok sama pak Jokowi ya, hehe...

Jonriah Ukur, pendatang dari Sumatera Utara pemilik usaha website menulis (memberikan suara di Kelurahan Makassar Kecamatan Makassar Jaktim pilihan dirahasiakan)

Evaluasi seratus harinya cukup bagus sih, cuma banjir kan urusan rumit ya enggak mungkin selesai dalam 100 hari.

Dibanding gubernur sebelumnya wah jauh lebih dia bagus lah, dia mau turun ke bawah lihat langsung, terus saya lihat di TV kan anggaran banjir dari DPRD belum turun tapi Jokowi dengan cekatan memakai anggaran apa gitu supaya korban banjir tidak terlantar.

Nah itu yang selama ini jarang ada, berpikir dan bertindak cepat.

Fajaruddin Tamar, pedagang beras di Pasar Induk Cipinang

(memberikan suara di Kelurahan Cipinang Kecamatan Jatinegara, Jaktim memilih Cagub Jokowi)

Buat saya sih jelas bagus, saya pilih dia soalnya haha... Jadi waktu Jakarta kena banjir ini malah ada hikmahnya buat Jokowi (karena) dia langsung diperlihatkan mana titik yang harus diperbaiki selama dia memerintah.

Mana yang harus diperkuat diganti pokoknya ditunjukkan lah kalau mau kerja mulainya dari mana.

Malah katanya juga didukung oleh (pemerintah) Pusat soal dananya.

Jadi kita lihat saja nanti, karena sering Pusat itu kan ngomong doang, maunya begini-begitu aksi ini proyek itu, tapi tidak ada dananya hahah.. Bagus dia Jokowi, dan mudah-mudahan akan makin berhasil.

Fadhila Fajri, mahasiswi tingkat akhir jurusan penyiaran UIN

(memberikan suara di Kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo Jaktim memilih Cagub Jokowi)

Kalau kata liputan TV sudah enam program terlaksana tapi saya kurang hafal, soal penataan PKL, terus rusun untuk kelompok miskin-kumuh, kan sudah di-launching sama pak Ahok, banyak lah.

Menurut saya ini catatan positif di awal jadi makin mendapat kepercayaan masyarakat. Soal banjir juga dia cepet turun lapangan, ngecek pengungsi, tanggul Latuharhary jebol juga cepet ditangani. hal-hal begini enggak pernah terlihat seperti dari gubernur sebelumnya.

Franky Sibarani, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia

Banjir terulang terus ini buat bisnis penuh ketidakpastian dan menganggu. Saya tidak percaya lagi (pemerintah) Pusat dan cuma masih ada sedikit harapan saja pada Pak Jokowi.

Berita terkait