Batavia Air bangkrut: Angkasa Pura minta pesawat dipindahkan

Penumpang Batavia Air
Image caption Angkasa Pura mengatakan sekitar 300 penumpang Batavia Air terdampar di Teriminal 1C.

Pengelola bandara Sukarno Hatta, Jakarta meminta Batavia Air memindahkan pesawat dari terminal dan menangani urusan penumpang menyusul bangkrutnya perusahaan penerbangan itu.

"Kami berharap dipindahkan dari parking stand....sehingga bisa digunakan oleh penerbangan lain. Kami minta sesegera mungkin karena sejauh ini kami belum bisa kontak dengan pihak Batavia Air," kata manajer humas Angkasa Pura Kristanto kepada BBC Indonesia.

Batavia Air dinyatakan bangkrut oleh pengadilan niaga Jakarta Kamis (31/01) karena tidak mampu membayar utang pesawat kepada perusahaan Amerika, Internasitional Lease Finance Corporation, ILFC.

Hakim pengadilan niaga, Agus Iskandar, mengatakan utang Batavia Air menyangkut pembelian dua pesawat Airbus A330 melalui ILFC.

Kristanto mengatakan sekitar 300 penumpang Batavia Air yang terdampar di Terminal 1C Kamis (31/01) sebagian sudah berangkat dengan menggunakan penerbangan lain dengan membeli karcis baru.

AirAsia batal beli

Sementara untuk ganti rugi pesawat para penumpang diminta menghubungi langsung ke pihak Batavia Air.

"Imbauan dari pemerintah adalah agar penumpang dialihkan ke beberapa penerbangan," kata Kristanto.

"Para penumpang sempat kebingungan harus ke mana dan tidak ada informasi kepada mereka dari Batavia tadi pagi," tambahnya.

Kristanto mengatakan Batavia Air memiliki 28 penerbangan setiap hari, dengan penerbangan terbanyak ke Surabaya dan Pontianak.

Perusahaan penerbangan Malaysia, AirAsia, sempat dikaitkan akan mengambilalih Batavia Air namun membatalkan rencana pembelian senilai US$80 juta itu Oktober lalu karena dianggap terlalu berisiko.

Berita terkait