Dugaan pihak asing dalam penjualan bayi

gambar bayi
Image caption Polisi menduga masih ada sejumlah kelompok penjual bayi yang masih beroperasi di Indonesia.

Kepolisian Daerah Jakarta mendalami keterlibatan sindikat kejahatan internasional dalam kasus perdagangan bayi yang baru diungkap awal pekan ini di Jakarta Barat.

Polisi mengatakan dalam kasus terakhir polisi telah menangkap tujuh orang, yang diduga memainkan sejumlah peran dalam kelompok perdagangan bayi. Saat penangkapan mereka, polisi menemukan tiga bayi.

Juru Bicara Kepolisian Daerah DKI Jakarta, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan kepada Andreas Nugroho dari BBC Indonesia bahwa mereka menemukan bukti yang menunjukan bahwa sejumlah bayi yang mereka dapatkan kemungkinan besar dijual kepada warga Singapura.

"Dari penyelidikan kami jaringan mereka sudah sampai ke luar negeri ada manifes yang kita dapatkan sebagai barang bukti, ada uang tunai Sin$ 500 dan manifes Tiger Airways jurusan Singapura untuk bulan Januari. Ini menandakan jaringan mereka tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri," kata Kombes Pol Rikwanto kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

"Saat ini kita lagi mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kalau sudah cukup menunjukan adanya jaringan internasional kita akan kerjasama dengan interpol."

Menurut Rikwanto sindikat yang berhasil diungkap polisi ini telah beroperasi sejak tahun 1992 dan setiap tahunnya mereka diperkirakan mampu menjual tiga bayi dengan harga yang beragam.

Kelompok lain

"Jadi kalau dihitung sejak mereka beroperasi kemungkinan bayi yang telah mereka jual ada 60 bayi."

"Harga bayi yang mereka tawarkan tergantung penampilan fisik bayi."

Dari penyelidikan sementara polisi mendapatkan keterangan bahwa kelompok itu menjual bayi dengan harga antara Rp20 juta hingga Rp80 juta.

Sejauh ini modus kelompok untuk mendapatkan bayi adalah dengan cara menawarkan bantuan kepada orang tua yang mengalami kesulitan dalam biaya persalinan.

Belakangan mereka kemudian meminta kepada orang tua agar bersedia menyerahkan bayi mereka untuk diadopsi.

Polisi mengatakan kemungkinan masih ada kelompok lain yang melakukan praktek serupa di Indonesia.

"Kita tidak pungkiri bisa jadi masih ada lagi kelompok sindikat perdagangan bayi lainnya," kata Rikwanto.

Menurut Rikwanto polisi akan menggunakan UU Perlindungan Anak dan UU Perdagangan Manusia untuk menjerat para tersangka dengan ancaman hukuman maskimal 15 tahun penjara.

Terus meningkat

Komisi Nasional Perlindungan Anak yang memantau kasus kekerasan dan penculikan anak di Indonesia mengatakan dalam dua tahun terakhir kasus penculikan anak yang masuk ke lembaga itu terus meningkat.

"Tahun 2011 ada 121 kasus yang dilaporkan kepada kami dan kemudian pada tahun 2012 angkanya meningkat menjadi 182 kasus," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait.

Aris menambahkan pada tahun 2012 dari 182 kasus penculikan yang dilaporkan sebanyak 37 diantaranya terjadi di rumah sakit bersalin atau puskesmas.

Dia meminta pemerintah dan polisi menangani kasus ini lebih serius dan menjadikannya sebagai kasus kejahatan kemanusiaan luar biasa.

Aris juga menuding sindikat ini melibatkan pejabat pembuat dokumen.

"Biasanya mereka kerjasama dengan para pembuat akta lahir dan paspor, itu artinya keterlibatan sindikat ini secara terorganisir dan sistematik karena melibatkan pejabat pembuat akta itu sekalipun itu asli tapi palsu."

Berita terkait