Insentif Rp1 juta untuk tunda kehamilan

pernikahan
Image caption Pasangan diminta menggunakan kontrasepsi selama tiga tahun

Setelah mengklaim sukses dengan program vasektomi bagi kaum pria, Kabupaten Mukomuko di Bengkulu kini menggelar kebijakan menunda kelahiran bagi pasangan baru menikah dengan hadiah Rp1 juta.

Uang senilai Rp1 juta ini menurut Badan Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, diberikan sebagai hadiah untuk pasangan baru yang menunda kelahiran anak pertama.

Kepala BKKBN Mukomuko Farida Ariani mengatakan kebijakan ini dikeluarkan guna menekan lonjakan penduduk di kabupaten tersebut.

“Masih banyak putra-putri yang menikah di bawah umur, dengan usia itu dia akan melahirkan terus. Jika dia menunda kelahiran sesudah menikah akan diberikan reward dengan catatan mereka ikut KB dengan alat kontrasepsi,” kata Farida.

Pesimistis

Pasangan tersebut diminta melapor sesudah tiga tahun dengan menunjukkan bukti-bukti yang diperlukan.

Pasangan yang tidak menggunakan kontrasepsi atau memang kebetulan belum mendapatkan anak selama tiga tahun tidak masuk hitungan.

Namun seorang warga Bengkulu, Dessy Sagita, pesimistis program insentif itu akan popular di kalangan masyarakat.

"Di Bengkulu ada mitos kalau orang belum punya anak tapi KB duluan, pas mau punya anak nanti akan susah… padahal sebenarnya tidak begitu. Itu tidak berpengaruh, tapi mereka tidak tidak tahu," kata Dessy.

"Saya rasa tidak akan banyak orang yang mau,” katanya.

Tahun lalu Kabupaten Mukomuko menggelar program operasi vasektomi bagi kaum pria dengan nilai hadiah yang sama dan diklaim sukses serta diikuti oleh daerah lain di Indonesia.

Berita terkait