Polri tindak pelaku kekerasan di video

densus 88
Image caption Sutarman menuduh ada yang ingin 'menjatuhkan Densus 88'

Kepolisian Republik Indonesia menyatakan telah memberikan sanksi bagi anggotanya yang terlibat dalam kekerasan yang terekam dalam sebuah tayangan video.Dalam keterangan pers di Jakarta hari ini, Polisi juga menyebut bahwa video tersebut berasal dari waktu yang berbeda.

Mabes Polri menengarai ada pihak yang ingin merusak citra densus 88 dengan membuat video kekerasan yang seakan-akan dilakukan oleh pasukan anti teror tersebut saat melakukan tindakan di lapangan.

Padahal menurut Kabareskrim Komjen Pol Sutarman dalam konferensi pers di Mabes Polri seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Sigit Purnomo, video yang tersebar di publik tersebut berasal dari dua peristiwa yang berbeda.

Selama ini menurut Sutarman, pihaknya telah mengikuti standar operasi dalam setiap operasi penggerebekan. Bagaimanapun Sutarman mengakui adanya tindakan kekerasan yang terjadi menyatakan dan menyebut telah memberi sanksi tindakan bagi anggotanya yang melakukan pelanggaran hukum.

Video kekerasan kepolisian berdurasi sekitar 5 menit itu diunggah ke situs Youtube dan memperlihatkan sejumlah anggota polisi bersenjata lengkap tengah mengintimidasi beberapa orang warga sipil dalam posisi tangannya terikat ke belakang. Video ini diprotes keras oleh sejumlah ormas Islam dan menuntut agar Densus 88 dibubarkan.

"Pada saat terjadi penembakan pada empat anggota Brimob di Poso tahun 2012 lalu, memang ada tindakan penegakan hukum yang dilakukan Brimob di Poso untuk melakukan penangkapan dan prosesnya memang ada yang dipukul dan sebagainya," kata Sutarman.

"Tindakan Brimob itu sudah dilakukan tindakan hukum baik disiplin, etika mau pun pidana hukumnya sedang berproses," tambahnya.

Menurut Sutarman, video yang beredar di Youtube adalah kompilasi dari sejumlah video.

"Video itu bukan pure tapi disambung dengan kejadian pada 2007 saat penangkapan saudara Wiwin," kata dia.

Terungkapnya video kekerasan ini menurut Neta S Pane dari Indonesian Police Watch, hanya merupakan bagian sedikit dari praktek kekerasan yang memang sering dilakukan aparat kepolisian di lapangan.

Video kekerasan kepolisian berdurasi sekitar 5 menit itu diunggah ke situs Youtube dan memperlihatkan sejumlah anggota polisi bersenjata lengkap tengah mengintimidasi beberapa orang warga sipil dalam posisi tangannya terikat ke belakang. Video ini diprotes keras oleh sejumlah ormas Islam dan menuntut agar Densus 88 dibubarkan.

Berita terkait