Indikasi kartel bawang menguat KPPU gelar investigasi

  • 18 Maret 2013
Bawang Putih
Image caption Ratusan kontainer bawang putih diduga sengaja disembunyikan di pelabuhan.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha menemukan sejumlah indikasi kuat permainan kartel importir bawang putih sehingga harga domestik menembus rekor tertinggi dalam sejarah, sedikitnya enam kali lipat harga normal.

Harga bawang mulai naik pesat sejak November tahun lalu dari harga normalnya antara Rp10-15 ribu per kg.

Harga di pasar lokal di Pulau Jawa saat ini mencapai antara Rp60 sd 85 ribu per kg.

"Kami sudah lama mengawasi pergerakan harga bawang yang sangat tidak biasa ini dan sejak November lalu sudah turun ke lapangan melihat fenomena ini," kata Ketua KPPU Nawir Messi.

Nawir yang memimpin langsung tim investigasi bawang KPPU kemudian menemukan di Pelabuhan tanjung Perak Surabaya terdapat sedikitnya 531 kontainer bawang putih eks Cina, yang tak kunjung dikeluarkan dari sana sehingga pasokan bawang langka.

Indikasi adanya permainan nampak jelas kata Nawir, karena dari jumlah itu 109 kontainer sudah dinyatakan bebas masalah bea cukai dan mestinya segera dilepas ke pasar domestik.

"Sejak November, Desember, Januari sampai Februari dibiarkan di sana. Ini yang mau kita tanya, apa motifnya," tambah Nawir.

Ratusan ton bawang putih itu sengaja tidak diurus sementara di tangan konsumen bawang putih dan merah jadi komoditas yang makin langka dengan harga melejit drastis. Sebagai perbandingan menurut Nawir di negara jiran Malaysia, harga bawang putih hanya berkisar antara 10-12 ribu per kg.

Pemeriksaan dimulai

Hari ini KPPU menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri dari Departemen Perdagangan, Dirjen Bea Cukai dari Kementrian Keuangan dan Dirjen Hortikultura dari Kementrian Pertanian.

Ketiga pejabat tinggi ini dianggap paham tentang seluk-beluk penentuan kuota impor bawang serta alur distribusinya di dalam negeri.

Setelah itu KPPU juga menjadwalkan pemanggilan importir yang mendapat jatah mendatang bawang putih dari luar negeri.

"(Kelangkaan bawang) Ini bukan kejadian acak, kemungkinan besar ini terkoordinasi sedemikian rupa sehingga pasar bergejolak demikian rupa hingga harga melonjak sampai enam kali harga normalnya," tambah Nawir Messi.

Seruan agar pemerintah memeriksa dan menindak importir bawang muncul dari sejumlah kalangan termasuk lembaga ekonomi yang menduga ada yang tak beres dalam pola distribusi bawang putih dan merah, mengikuti keanehan pada harga daging dan sejumlah komoditas lain.

Awal bulan ini KPPU sudah lebih dulu mengumumkan penyelidikan resmi untuk kasus daging sapi yang juga diwarnai dugaan permainan kartel sehingga harga daging sapi di Indonesia termasuk tertinggi di dunia yang menyentuh kisaran Rp100 ribu.

KPPU juga disebut-sebut melakukan investigasi serupa untuk kedelai yang tahun lalu mengalami gejolak harga diikuti kelangkaan pasokan, meski belum diumumkan penyelidikan resminya.

Berita terkait