Demo tolak penghapusan layanan kereta ekonomi berakhir

demo kereta
Image caption PT KAI berencana menghapus perjalanan kereta ekonomi

Ribuan orang yang sempat menduduki jalur lintasan kereta di Stasiun Bekasi akhirnya membubarkan diri setelah sekitar tiga jam melakukan aksi.

Wartawan BBC Indonesia Dewi Safitri melaporkan para pengguna kereta listrik jarak dekat Bekasi-Jakarta ini menuntut dibatalkannya rencana menghapus perjalanan kereta api kelas ekonomi mulai 1 April 2013.

Peserta demo bersedia bubar setelah Kepala Stasiun bersama Kapolres Bekasi dan perwakilan demonstran sepakat mencari jalan alternatif terkait rencana KAI tersebut.

"Kami dijanjikan akan dicarikan jalan keluar. Apakah bentuknya nanti kartu subsidi, atau ekonomi atau apapun," kata Leonardus Abby salah satu koordinator aksi.

"Kalau nanti tanggal 1 April masih dihapus juga, kita akan turun lagi, kita duduki stasiun di Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, semuanya," ancam Leonardus.

Kenyataannya sebagaian peserta unjuk rasa meneruskan aksi mereka menduduki rel kereta di stasiun Cakung, sekitar tujuh km dari Bekasi.

Ratusan polisi anti Huru hara diturunkan untuk mengawal jalannya aksi.

Ribuan penumpang sejak pagi terlantar sementara penumpang antar kota diminta mengembalikan tiket.

'Keselamatan'

Image caption Petugas kepolisian mengawal jalannya aksi

Rencana memangkas perjalanan kereta ekonomi sudah lama disuarakan PT Kereta Api Indonesia.

Semula pada 2012 ditargetkan kereta Jabodetabek sudah seluruhnya merupakan rangkaian kereta berpendingin kelas Commuter Line.

"Kita sangat memperhatikan segi safety, kereta ekonomi kurang terjamin keamanannya," kilah Wakil Direktur Utama bidang hubungan luar, Mateta Ridjalulhaq.

Puluhan penumpang KRL Ekonomi tewas tiap tahun karena berbagai sebab terutama jatuh, tersengat listrik maupun terseret rangkaian.

Hampir semua korban adalah penumpang ekonomi, yang tiap hari memadati kereta bahkan hingga naik ke atap dengan tarif tiket hanya Rp2.000 sekali perjalanan.

Sementara tiket Commuter Line (CL) mencapai Rp8.500 untuk rute yang sama.

"Tapi ini bukan soal uang, subsidi atau keuntungan. Ini soal keselamatan," kata Mateta.

Meski ancaman demonstrasi muncul dimana-mana, menurut Mateta kecil kemungkinan penghapusan perjalanan KRL ekonomi dibatalkan.

"Selama ini perbandingannya tujuh banding satu, tujuh CL satu KRL Ekonomi. Nanti akan lebih mudah mengatur kalau sudah seragam semua," tambahnya.

Tiap hari Kereta Jabodetabek mengangkut sekitar 450 ribu penumpang. Dengan sejumlah penambahan jalur dan ratusan gerbong baru, tahun 2014 ditargetkan moda transportasi masal ini dapat mengangkut 1,2juta penumpang per hari.

Berita terkait