Kemenhub akan mengaudit Lion Air

  • 15 April 2013
Image caption Tim evakuasi berada di atas bangkai pesawat Lion Air.

Kementerian Perhubungan menyatakan akan melakukan audit khusus terhadap maskapai penerbangan Lion Air, yang salah-satu pesawatnya jatuh di laut di dekat bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (14/04) kemarin.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan dalam jumpa pers Senin (15/04) siang, mengatakan, dalam audit khusus itu, yang pertama kali dilakukan adalah preventive grounded terhadap pilot M. Ghozali yang menerbangkan pesawat rute Bandung-Denpasar tersebut.

"Pertama, Pilot dikenakan preventive grounded, selama dua minggu guna pemeriksaan lebih lanjut," ujar EE Mangindaan.

Menurut Mangindaan, audit terhadap maskapai biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, tetapi dengan adanya kecelakaan ini, maka Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perhubungan Udara, akan melakukan audit khusus.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti S Gumay mengatakan, pada umumnya audit yang dilakukan oleh pihaknya berupa inspeksi, memonitor maintenance pesawat, dan survei kelaikan pesawat.

Lebih lanjut Gumay mengatakan, sanksi terhadap Lion Air akan diberikan, tetapi pihaknya tetap menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi, KNKT.

"Sanksi akan dijatuhkan setelah investigasi KNKT. Saat ini Flight Data Recorder (FDR) sudah ada di Jakarta. FDR tersebut nanti akan dilihat posisi pesawat selama perjalanan."

Evakuasi pesawat

Dalam bagian lain keterangannya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan, sejauh ini CVR alias Cockpit Voice Recorder pesawat Lion Air yang terjatuh di laut dekat Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, belum bisa diambil.

Image caption Proses evakuasi bangkai pesawat akan dilakukan dengan memotongnya.

"CVR posisinya ada di bawah pesawat, jadi belum bisa diambil," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan dalam jumpa pers di kantornya, Senin (15/04) siang.

Namun demikian, menurutnya, pihaknya menargetkan hari ini, CVR -- yang merupakan bagian dari kotak hitam yang berisi percakapan pilot di dalam kokpit pesawat -- dapat segera ditemukan.

Adapun Flight data recorder (FDR) sudah diamankan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), katanya.

"FDR sudah diamankan KNKT, mudah-mudahan bisa membaca posisi pesawat itu, saat ini FDR sudah di Jakarta," katanya.

FDR merupakan bagian dari kotak hitam berisi data-data penerbangan, seperti ketinggian, suhu, cuaca, dan tekanan udara saat penerbangan.

Sementara itu, menurut Menhub, upaya evakuasi terhadap bangkai pesawat akan diupayakan pada hari ini, dengan cara melakukan pemotongan bangkai pesawat tersebut.

Pesawat Lion Air jatuh di laut di dekat Bandar udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (14/04), tetapi semua penumpang pesawat yang berjumlah 101 orang serta 7 awak pesawat dilaporkan berada dalam kondisi selamat, walaupun ada beberapa yang mengalami luka-luka.

Berita terkait