Empat orang diselamatkan dari longsor Freeport

Pekerja Freeport
Image caption Ini bukan kasus longsor pertama di kawasan tambang Freeport.

Tim evakuasi pekerja Freeport berhasil menyelamatkan empat orang dari sekitar 37 orang yang terjebak dalam terowongan bawah tanah yang runtuh di kawasan tambang perusahaan itu di Tembagapura, Papua.

Freeport Indonesia mengatakan dalam pernyataan terdapat sekitar 40 pekerja di terowongan yang runtuh Selasa (14/05) pagi. Tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri.

"Empat pekerja lain berhasil dievakuasi pada sekitar pukul 20:00 (WIT). Salah seorang di antaranya dilaporkan stabil dan dirawat di rumah sakit Tembagapura. Dua tengah diperiksa dan yang keempat tengah diperiksa luka-lukanya. Tidak ada korban meninggal dilaporkan sejauh ini," kata Freeport dalam pernyataan yang dikirimkan ke BBC Indonesia.

Terowongan tiba-tiba runtuh Selasa (14/05) sekitar pukul 07.30 waktu setempat dan menjebak puluhan pekerja yang sedang menjalani pelatihan di salah satu ruang bawah tanah.

Sementara itu, Humas Polda Papua, Gede Sumerta Jaya mengatakan evakuasi memakan waktu karena medan yang cukup sulit.

"Korban bernama Ahmad Rusli diselamatkan sekitar pukul 14.05, sudah dibawa keluar dari TKP dan dilarikan ke rumah sakit," kata Gede Sumerta Jaya, kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Dari penuturan korban, tambah Sumerta, pekerja yang masih berada di bawah tanah mencapai sekitar 30 orang.

"Tapi tim evakuasi dari ERG (Emergency Respons Grup) Freeport masih berupaya. Harus diingat medannya sulit dan berbahaya karena berupa terowongan," tambah Sumerta.

Namun dari penjelasan korban belum didapat keterangan penyebab longsor.

"Pokoknya sekitar sebelum pukul 08.00 itu tiba-tiba terowongan runtuh, mereka terjebak itu saja."

Butuh waktu

Kantor Berita Antara menyebut titik runtuh berada di bawah tambang Big Gossan, namun belum ada konfirmasi resmi dari Freeport.

Sebuah pernyataan tertulis yang diterima BBC dari Freeport hanya menyebutkan reruntuhan menimpa terowongan di fasilitas pelatihan tambang bawah.

"Mengingat tingkat kesulitan yang dihadapi, maka proses penyelamatan akan membutuhkan waktu."

Segera setelah longsor tersiar, Serikat Pekerja Freeport menyatakan kepada BBC bahwa seluruh aktivitas tambang di lokasi dihentikan untuk mencegah terjadinya longsor susulan.

Longsor di lokasi tambang Freeport bukan sekali ini terjadi, namun kecelakaan semacam ini diklaim jarang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di perusahaan yang memiliki tambang emas terbesar di dunia itu.

Belum jelas apakah kejadian ini akan berdampak pada produksi Freeport seperti yang terjadi pada serangkaian aksi mogok beberapa waktu lalu.

Berita terkait