Polisi tangkap teroris tersangka serangan Kedutaan Burma

Densus 88
Image caption Densus 88 belum menghentikan pengejaran terhadap sejumlah orang yang diduga akan melakukan aksi teror di Jakarta.

Tim anti teror kepolisian, Densus 88 menangkap dua tersangka pelaku aksi teror yang salah satunya diduga terkait dengan rencana penyerangan terhadap Kedutaan Burma di Jakarta.

Dua pelaku masing-masing berinisial S dan R menurut polisi di tangkap di dua tempat berbeda yaitu Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Mauk, Tangerang.

"S ini yang terkait dengan rencana penyerangan, sementara R masih kita selidiki perannya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar (Pol) Agus Riyanto kepada wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho .

"Dalam penggeledahan di tempat salah satu tersangka kita mendapatkan beberapa barang yang biasa digunakan untuk membuat bom seperti pupuk, kabel, pipa," kata Agus.

S diduga berperan sebagai perakit bom dan memiliki peran penting dalam jaringannya.

Dalam operasi penangkapan yang berlangsung sepanjang Rabu (22/05) malam hingga Kamis dini hari kedua tersangka pelaku teror menurut Agus tidak memberikan perlawanan.

Rangkaian penangkapan

Agus mengatakan tersangka S, diduga berhubungan dengan kelompok yang ditangkap di kawasan Bendungan Hillir pada awal Mei lalu.

Sebelumnya memang polisi menangkap dua pria berinisial SF, 28 tahun, dan AT, 21 tahun di kawasan itu saat merencanakan peledakan bom di Kedutaan Burma di Jakarta.

Setelah penangkapan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris, BNPT, Ansyaad Mbai mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa tersangka yang ditangkap telah mengaku hendak meledakkan kantor Kedutaan Burma.

Menurut Ansyad motivasi serangan tidak terlepas dari konflik di Burma yang dianggap merugikan kaum Muslim setempat.

"Ini kembali ke rumus dasar, bahwa setiap ada daerah konflik, di mana dipersepsikan ada komunitas Muslim yang dizalimi, mereka pasti akan menjadikannya sebagai medan Jihad," kata Ansyad.

Sebulan terakhir Densus 88 terus melakukan operasi penangkapan di sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat dan dalam operasinya itu mereka menangkap lebih dari dari dua puluh orang yang kerap disebut sebagai anggota kelompok Abu Roban.

Berita terkait