PKS dan PDI-P tolak kenaikan harga BBM

Image caption Penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi disuarakan partai-partai oposisi.

Fraksi PKS bersama tiga fraksi lainnya, PDI-Perjuangan, Hanura dan Gerindra akan menolak pengesahan RAPBN-P 2013 yang didalamnya termasuk opsi penaikan harga BBM.

"Secara prinsip fraksi tetap dengan sikapnya yaitu menolak kenaikan harga BBM, sikap ini akan kami perjuangkan dalam paripurna," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid kepada wartawan, menjelang pembukaan Rapat Paripurna DPR, Senin (17/06) pagi, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho dari gedung DPR.

"Kami juga akan menyampaikan postur RAPBN tandingan," kata Hidayat Nur Wahid.

Hidayat mengatakan dalam RAPBN tandingan, fraksinya akan mengajukan opsi yang mengesampingkan penaikan BBM dalam menghindari defisit anggaran.

"Salah satunya bisa dengan menaikkan pajak," tandasnya.

Penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM juga akan disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan.

"Sikap kita masih masih sama soal penaikan BBM,' kata Cahyo Kumolo, Sekjen DPP PDI Perjuangan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, rapat paripurna DPR membahas pengesahan RAPBN 2013 resmi dibuka oleh Ketua DPR.

Yakin solid

Sementara itu, politisi dan anggota DPR dari F-PDI Perjuangan, Arif Budimanta, mengatakan, partainya tidak menyetujui kenaikan harga BBM, karena pemerintah dianggap tidak akan mampu mengendalikan harga-harga barang akibat kenaikan harga BBM.

"Beban utang baru memang akan naik, tetapi penyelesaiannya bukan dengan menaikkan harga BBM," tandasnya, saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Arti Ekawati.

Sedangkan Fraksi Partai Demokrat menyatakan yakin bahwa pengesahan RAPBN 2013 akan berjalan baik.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, dengan komposisi keanggotaan yang ada, dia yakin kalaupun voting, fraksi partai pendukung pemerintah akan menang.

"Rakyat sudah bisa menilai hasilnya kalau terjadi voting," kata Nurhayati. "Insya Allah fraksi akan solid."

Berita terkait