Warga Syiah Sampang dipaksa pindah

Image caption Ribuan ulama dan santri di Madura mendatangi lokasi pengungsi warga Syiah di Sampang, Madura.

Ribuan santri dan ulama dari berbagai wilayah di Pulau Madura menggelar aksi unjuk rasa menuntut warga Syiah agar meninggalkan lokasi pengungsian di gedung olah raga Kota Sampang, Madura.

Sampai sekitar pukul 13.30 WIB, warga Syiah masih bertahan di dalam GOR, sementara para pengunjuk rasa tetap berada di luar gedung tersebut.

Ribuan aparat keamanan diturunkan untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi pengungsian.

Wartawan RRI di Sampang, Purnama Iswantoro, yang berada di lokasi, mengatakan, perwakilan pengunjukrasa sejauh ini sedang melakukan perundingan dengan aparat keamanan setempat, pengungsi serta sejumlah anggota DPRD Sampang.

"Saat ini perundingan masih berlangsung di dalam GOR," kata Purnama Iswantoro kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Kamis (20/06) siang.

Menurut Purnama, para pengunjuk rasa menuntut agar pengungsi Syiah segera dipindahkan ke tempat lain di luar Kota Sampang.

Seperti diketahui, warga Islam Syiah diusir dari kampungnya di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Sampang, pada 26 Agustus 2012 lalu, setelah sebagian besar rumah mereka dibakar dan dirusak oleh sekelompok orang.

Sejak saat itulah, sebanyak 165 orang warga Syiah tinggal di dalam GOR tersebut dengan status sebagai pengungsi.

Keinginan mereka untuk kembali ke kampung halamannya, selalu ditolak Pemda dan otoritas keamanan Kota Sampang, karena alasan keamanan.

Dipindah ke Sidoarjo?

Sejauh ini belum diketahui akan dipindahkan kemana para pengungsi Syiah itu.

Sampai Kamis siang, BBC Indonesia belum dapat menghubungi telepon genggam Bupati Sampang Fannan Habib.

Namun demikian, sumber BBC Indonesia menyebutkan kemungkinan besar pengungsi Syiah itu akan dipindahkan ke sebuah tempat di Sidoarjo, Jawa Timur, seperti yang diusulkan sejak awal.

Sementara, juru bicara tim advokasi Kasus Sampang, Hertasning Ichlas, yang mengaku berada di dalam GOR, melalui akun Twitternya, menulis: "Para pengungsi sudah menyerah. Iklil Almilal (pimpinan pengungsi Syiah) sudah dikeluarkan terlebih dulu oleh massa (pengungsi unjuk rasa), dan para pengunsi mulai diangkut ke mobil."

Menurut wartawan RRI di Sampang, Purnama Iswantoro, semua wartawan dilarang masuk ke dalam GOR, sehingga mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam gedung tersebut.

Di tempat terpisah, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pemerintah pusat sudah menyiapkan tempat untuk pengungsi warga Syiah. Namun dia tidak menyebutkan lokasinya.

"Siapa yang dapat menjamin kemanan mereka, kalau mereka kembali ke kampungnya," kata Gamawan Fauzi, ketika ditanya wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho, di sela-sela sidang kabinet di Kantor Kepresidenan.

Pemerintah Daerah Jawa Timur sebelumnya telah mempertimbangkan untuk memindahkan warga Syiah Sampang ke sebuah wilayah di Kota Sidoarjo, Jawa Timur.

Berita terkait