Buruh akan demo tolak kenaikan harga BBM

Buruh KSPI
Image caption KSPI mengklaim buruh yang akan melakukan unjuk rasa di Jakarta akan berjumlah sekitar 5000 orang.

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, KSPI kembali berencana melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah lokasi di Jakarta dan sejumlah kota lainnya hari Jumat (21/06) menolak rencana kenaikan harga BBM.

Aksi unjuk rasa menurut KSPI akan diikuti oleh sekitar 5000 orang dan akan memulai aksinya dari kawasan industri Pulogadung kemudian kantor Gubernur DKI Jakarta dan di depan Istana.

Selain di Jakarta, rencananya aksi serupa juga akan dilakukan di Tangerang dan Bekasi dengan tuntutan yang sama.

"Aksi akan dilakukan serempak sekitar pukul sembilan di kantor DPRD dan Bupati dengan tuntutan menolak kenaikan harga BBM dan meminta kenaikan upah minimum 2014 sebesar 50 persen," kata Presiden KSPI, Said Iqbal melalui surat elektronik yang yang diterima oleh BBC Indonesia.

KSPI adalah kelompok buruh yang juga melakukan aksi serupa di depan DPR bersama mahasiswa pada hari Senin (17/06) lalu yang berujung bentrok dengan petugas kepolisian.

Belum umumkan

Pemerintah hingga hari ini masih belum memberikan pernyataan resmi kapan harga BBM akan dinaikan meski RUU APBN-P 2013 yang memuat komponen penaikan harga BBM dan penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sudah disetujui DPR.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pengumuman kenaikan harga BBM akan disampaikan secepatnya meski dia mengatakan seluruh program bantuan tersebut sudah siap dilakukan.

"Kalau bertanya kapan dinaikan jawaban saya tentu saja adalah secepatnya," kata Hatta Rajasa seusai mengikuti rapat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta hari Kamis (20/06).

"Menkokesra mengatakan program sosial telah siap dilaksanakan, stimulus kita sendiri saat ini mencapai Rp30 triliun dan bisa dijelaskan dalam program-program sosial seperti P4S plus program pembangunan infrastruktrur pedesaan yang totalnya mencapai Rp7,25 triliun meliputi pembangunan irigasi, air bersih, waduk dan perumahan."

Sejumlah pengamat politik sebelumnya mengingatkan agar pemerintah segera memberikan kepastian kenaikan harga BBM.

"Disampaikan saja tidak perlu ragu-ragu karena keragu-raguan presiden akan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu baik secara politik maupun ekonomi. Jangan sampai ini memberikan peluang kompetesi politik secara sengit yang tidak perlu," kata pengamat politik Siti Zuhro.

Berita terkait