J-Lo dikritik karena menyanyi untuk pemimpin Turkmenistan

Jennifer Lopez
Image caption J-Lo saat tampil di Turkmenistan dan menyanyikan Selamat Ulang Tahun untuk Gurbanguly Berdimuhamedov.

Para pegiat hak asasi manusia mengkritik Jennifer Lopez karena menyanyikan Selamat Ulang Tahun untuk pemimpin Turkmenistan.

Lopez mendendangkan lagu itu untuk Gurbanguly Berdimuhamedov, yang dituduh melanggar hak asasi manusia, Sabtu 29 Juni.

Dia tampil dalam sebuah acara yang digelar oleh perusahaan minyak Cina, CNPC, dan pihak manajemennya mengatakan dia tidak akan bersedia tampil jika mengetahui masalah hak asasi manusia di negara itu.

Kelompok pegiat Human Rights Watch menyebut Turkmenistan masuk dalam kelompok negara yang paling menekan di dunia. Catatan HAM Turkmenistan juga dikritik oleh beberapa negara lain.

Bulan lalu, Asisten Sekjen PBB untuk urusan HAM, Ivan Simonovic, mengatakan negara itu menempuh proses perbaikan HAM namun masih banyak pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya dan memastikan telah memenuhi standar internasional.

Manajemennya mengatakan lagu Selamat Ulang Tahun untuk Berdimuhamedov itu merupakan permintaan mendadak dari CNPC sebelum dia naik ke pentas dan dia merasa 'wajib' membawakannya.

Bayaran yang diterima Lopez untuk meramaikan acara CNPC itu tidak diungkapkan dan dia tidak punya rencana untuk tampil di tempat lainnya di Turkmenistan.

Penghargaan Amnesty International

Tahun 2007, Lopez mendapat penghargaan dari Amnesty International untuk film Bordertown, dengan seting di Ciudad Juarez, kota di Meksiko yang selama beberapa dekade dilanda sejumlah pemerkosaan dan pembunuhan perempuan muda yang tidak terpecahkan.

Thor Halvorssen, dari The Human Rights Foundation, menegaskan bahwa Lopez mempunyai hal untuk tampil di hadapan diktator Turkemenistan itu dan kroninya.

"Namun tindakannya jelas merusak pesan yang sudah dibangun dengan hati-hati yang diperoleh dari keterlibatannya dalam program Amnesty Internasional di Meksiko untuk memerangi kekerasan atas perempuan," tutur Halvorssen dalam pernyataan yang dimuat The Hollywood Reporter.

J-Lo bukan hanya menjadi bintang dalam film Bodertown, juga memproduksinya.

Beberapa bintang dunia terlibat dalam acara yang berkaitan dengan pemimpin dunia yang melanggar hak asasi, seperti Hilary Swank yang tampil dalam perayaan ulang tahun pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang dituduh bertanggung jawab atas dalam pembunuhan warga Checnya.

Sementara Beyonce, Nelly Furtado, 50 Cent, Mariah Carey, dan Usher yang meramaikan pesta-pesta terkait dengan mendiang diktator Libia, Muammar Gaddafi.

Berita terkait