Wiranto deklarasikan diri sebagai capres

Wiranto
Image caption Wiranto menilai Hary Tanoesoedibjo merupakan pasangan yang tepat untuknya pada pemilu presiden.

Ketua umum Partai Hanura yang juga merupakan petinggi militer pada masa orde baru, Wiranto hari Selasa (02/07) resmi mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Hanura.

Mantan jendral TNI ini menggaet taipan media HaryTanoesoedibjo sebagai calon wakil presiden dari partai yang sama.

Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo resmi mendeklarasikan diri menjadi pasangan capres dengan mengusung slogan 'pasti maju Indonesia'.

Kedua pasangan mengklaim modal besar mencalonkan diri adalah pengalaman Wiranto memimpin TNI selama 35 tahun sementara sebagai pengusaha sukses Harry dianggap memahami persoalan ekonomi nasional.

Wiranto dan Hary Tanoe adalah pasangan kedua yang resmi mengumumkan pencalonan sebagai capres dan cawapres setelah tahun lalu Aburizal Bakrie mencalonkan dari Partai Golkar, meski belum disertai pasangan calon wakilnya.

Habis potensi

Senada dengan kesimpulan sejumlah survey popularitas capres yang kerap digelar setahun terakhir, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Ariwibowo, mengatakan Hanura belum terlalu kuat untuk memperoleh suara cukup banyak sehingga pencapresan Wiranto tak akan menggaet banyak pemilih.

Ariwibowo bahkan menilai bahwa potensi elektabilitas Wiranto telah habis.

"Dia tidak punya kewibawaan besar untuk meyakinkan masyarakat bahwa Wiranto lah calon presiden yang sangat dihormati atau sangat dipercaya dan menjadi harapan masyarakat. Kalau dilihat dari pemilu 2009 ini makin menurun," ujar Ariwibowo kepada Wartawan BBC Indonesia, Arti Ekawati.

Kongsinya dengan Hary Tanoe yang memiliki jaringan media luas dan berkesempatan membentuk citra mereka, juga dinilai tidak cukup kuat untuk mendongkrak popularitas pasangan ini.

"Persoalannya bukan apakah tentara, purnawirawan dan sebagainya. Persoalannya apakah bisa tingkatkan elektabilitas dalam pemilu atau tidak, bisakah kembangkan citra positif, apakah program mereka bisa meyakinkan masyarakat," tegas Ariwibowo.

Sejauh ini nama Wiranto berdasarkan survei sejumlah lembaga juga masih belum diperhitungkan potensi keterpilihannya. Survei elektabilitas calon presiden yang digelar LIPI Mei lalu misalnya, masih mengunggulkan Gubernur Jakarta Joko Widodo dan mantan jendral Prabowo Subianto di tempat pertama dan kedua, sementara Wiranto hanya di peringkat ketujuh.

Sementara sebagai kekuatan politik, menurut survei yang sama, Partai Hanura juga dianggap hanya akan punya kekuatan minim di parlemen, dengan 1,9 persen suara.

Berita terkait