BPBD Aceh evakuasi hampir seluruh korban

Aceh
Image caption Bangunan dengan struktur buruk banyak yang rubuh di sekitar daerah patahan gempa.

Proses pencarian korban pasca terjadinya gempa di kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah masih terus dilakukan petugas penyelamat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bener Meriah mengatakan mereka mendapatkan laporan ada satu korban yang tertimbun reruntuhan belum ditemukan.

Sementara ahli gempa menyarankan untuk mengurangi jatuhnya korban di kemudian hari, pemerintah daerah harus mengikuti panduan peta jalur gempa dalam mengatur pembangunan gedung dan perumahan warga.

Poses evakuasi di sejumlah tempat di Aceh Tengah juga terus dilakukan oleh tim penyelamat yang mendapat bantuan dari kepolisian dan TNI.

"Saat ini korban tewas di Bener Meriah sudah mencapai sepuluh orang dan satu orang masih dinyatakan hilang," kata Ketua BPBD Bener Meriah, Fauzi.

"Posko telah didirikan di banyak titik untuk membantu warga yang masih takut tinggal di rumah mereka."

Sementara data keseluruhan korban tewas menurut BPBD Provinsi Aceh hingga Rabu petang mencapai 24 orang.

"Proses evakuasi melibatkan banyak pihak baik SAR,TNI dan Polri untuk mengevakuasi korban di Aceh Tengah dan Bener Meriah dan syukurlah sampai siang ini semua korban sudah dievakuasi semua" kata Ketua BPBD Aceh, Jarwan.

"Menurut Wakil Bupati Bener Meriah kepada saya daerah yang terkena parah adalah patahan gempa di wilayah perbatasan antara Aceh Tengah dan Bener Meriah."

Gempa sedang

Gempa berkekuatan 6,1 pada Skala Richter dan terletak sekitar 55 kilometer di barat kota Bireun menurut pengamat merupakan gema dengan kekuatan sedang.

Peneliti bidang Dinamika Bumi dan Bencana Geologi di Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan banyaknya korban yang ditimbulkan akibat gempa ini kemungkinan karena banyak perumahan warga di sekitar daerah patahan.

"Jadi meskipun kekuatan gempanya 6 Skala Richter (kategori sedang) kalau ada perumahan di patahannya atau didekatnya ya goncangannya akan kencang," kata Danny kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

"Kalau bangunan terletak persis di jalur gempa akan ada pergeseran puluhan sentimeter kemungkinan kalau bangunan akan terjadi pergeseran tapi kalau struktur bangunannya kuat atau tahan gempa tidak akan menimbulkan korban besar"

"Kalau saya lihat banyak korban dan bangunan yang rubuh, karena saya belum kesana, saya menduga ini karena struktur bangunan rumah di sana kurang baik dan dekat dengan jalur gempanya."

Langkah antisipasi

Untuk memprediksi terjadinya gempa berkekuatan sedang memang sulit namun ada sejumlah langkah antisipasi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat gempa seperti ini di kemudian hari.

"Menghindari bahaya gempa di darat tidak terlalu sulit karena sudah ada peta dengan jalur gempanya, saya juga sudah membuatnya untuk wilayah Sumatera dengan skalai 1:50000 mungkin bisa didetilkan lagi hingga 1:10000 hingga bisa tahu lokasi persisnya dimana," kata Danny.

"Ini harusnya sudah bisa diaplikasikan oleh pemerintah daerah dan dengan diketahui jalur gempanya maka tidak boleh membangun rumah di daerah tersbut atau menjaga jaraklah dan tentu tidak boleh ada bangunan besar seperti rumah sakit di daerah jalur gempa."

Danny mengatakan belum ada banyak pemerintah daerah yang memanfaatkan peta tersebut.

Kepala BPBD Aceh, Jarwan juga mengakui belum ada panduan terhadap pendirian bangunan di daerah jalur gempa di daerah tersebut.

"Saya belum lihat peta panduan seperti itu, tapi kata Wakil Bupati Bener Meriah, daerah ini memang patahan gempa," kata Jarwan.

"Kita ke depan mungkin perlu membuat peta panduan seperti itu."

Berita terkait