Kebakaran di penjara Medan, napi lari

  • 11 Juli 2013
Penjara
Kapolda Sumatra Utra Syarif Gunawan membenarkan napi yang lari termasuk tahanan teroris.

Kerusuhan dan kebakaran di penjara Medan menyebabkan paling tidak sekitar 100 narapidana melarikan diri, termasuk napi teroris.

Pasukan gabungan yang terdiri dari polisi dan militer mengamankan jalan-jalan dan memburu para tahanan yang melarikan diri tersebut.

Kepala bidang Humas Polda Sumatera Utara Heru Prakoso -kepada BBC Indonesia- membenarkan terjadinya kerusuhan dan kebakaran di LP Tanjung Gusta Medan ini.

"Benar ada kerusuhan. Kami sedang mendapatkan rincian insiden ini," kata Heru.

Sebelumnya para narapidana melakukan protes karena air dan listrik tidak mengalir di penjara itu.

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengatakan prioritas para petugas saat ini adalah untuk mengamankan para tahanan.

"Prioritas petugas saat ini adalah mengamankan napi. Tadi memang ada masalah dengan listrik dan air. Petugas berusaha memperbaiki tetapi belum selesai sudah ada kejadian," kata Denny seperti dikutip Metro TV.

Jumlah tahanan di LP Tanjung Gusta saat ini sekitar 2.600-an sementara daya tampung hanya 1.000 narapidana.

Belum terkendali

Wartawan Sumut Pos, Farida Noris Ritonga, yang meliput dari tempat kejadian menjelaskan kepada BBC Indonesia bahwa situasi hingga sekitar Pukul 22.30 WIB, Kamis 11 Juli, masih belum terkendali.

"Para wartawan, termasuk saya, berada di luar Lapas dan api masih terlihat marak di dalam Lapas. Polisi masih belum bisa masuk ke dalam Lapas karena narapidana melempari petugas," tuturnya.

Sedikitnya lima suara ledakan terdengar, yang menurut aparat keamanan bersumber dari lemparang tabung gas.

Belum ada keterangan resmi tentang jumlah narapidana yang sempat melarikan diri namun diperkirakan sekitar 200 narapidana berhasil melarikan diri.

"Aparat keamanan sudah berada di luar Lapas, baik itu polisi, Brigmob, maupun tentara," tutur Farida.

Kapolda Sumatera Utara Syarif Gunawan hingga Kamis malam masih berada di tempat kejadian dan mengatakan -seperti dikutip Metro TV- "hasil sweeping petugas menemukan 10 napi yang kabur dan diamankan di sejumlah Polres".

"Satu napi teroris sudah tertangkap. Akurasi jumlah kami belum tahu," kata Syarif.

"Pencarian masih berlangsung, warga diminta waspada," tambah Syarif.

Berita terkait