Hercules dan heli dikerahkan cegah asap

  • 22 Juli 2013
asap riau
Jumlah titik api terbesar pada hari Minggu (21/07) terdapat di kabupaten Rokan Hilir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD Riau mengatakan untuk meamadamkan ratusan titik api yang terus bertambah dalam tiga hari terakhir dikerahkan setidaknya tiga pesawat helikopter, dua Hercules serta satu pesawat Casa.

BPBD juga mengklaim operasi didukung kesiapan 2000 personel aparat darat dari TNI.

Tindakan ini tergolong besar, mendekati kekuatan yang dikerahkan untuk mengatasi lebih dari 200 titik api yang emnyebabkan bencana kabut asap parah bulan lalu, yang menyebar hingga Singapura dan Malaysia.

"Sekarang yang bergerak adalah Dansagas (Komandan Satuan Tugas) baik udara, darat maupun dengan masyarakat mereka melakukan langkah seperti yang dilakukan saat masa tanggap darurat kemarin," kata Kepala BPBD Riau, Said Saqlul Amri, kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

"Untuk TNI yang terlibat adalah pasukan dari masing-masing kewilayahan sektor di daerah kabupaten atau kota di Riau dan jumlahnya kurang lebih ada 2000 orang," tambahnya.

Ia yakin operasi pemadaman masih belum membutuhkan bantuan tambahan dari Jakarta, seperti pada upaya pemadaman lalu.

"Mudah-mudahan bisa asal kita menggerakan semua peralatan yang ada dan mungkin alat-alat yang kurang nanti kita penuhi secara bertahap."

Bahayakan warga

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau mengatakan titik api terus bermunculan dalam tiga hari terakhir.

"Pada tanggal 19 Juli ada 21 titik api, kemudian pada tangga 20 Juli ada 63 titik api dan tanggal 21 Juli kemarin tercatat ada 173 titik api," kata Edwin Putera, Sekretaris BBKSDA Provinsi Riau.

Ini merupakan kemunculan titik api dengan jumlah cukup besar sejak masa tanggap darurat bencana kabut asap dihentikan pada 10 Juli lalu.

Pada kondisi terparahnya akibat serangan kabut asap, jumlah titik api di Provinsi Riau akhir Juni lalu sempat mencapai 265 titik.

Asap yang timbul akibat kemunculan kebakaran hutan dan lahan ini mengakibatkan kualitas udara seperti di Dumai dan Pekanbaru mencapai level berbahaya.

Bencana kabut asap juga sempat memicu perselisihan antara Indonesia dengan Singapura dan Malaysia karena dampaknya juga dirasakan oleh warga di dua negara itu.

Berita terkait