Empat pencari suaka tewas tenggelam

  • 24 Juli 2013
asylum seeker
Image caption Para pencari suaka menempuh perjalanan yang beresiko, seperti perahu yang terlalu penuh dan tidak laik laut.

Empat orang dinyatakan tewas dalam peristiwa tenggelamnya kapal pencari suaka di lepas pantai Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Keempat korban tewas itu adalah para pencari suaka yang berasal dari Sri Lanka, tiga diantaranya anak-anak dan satu orang dewasa.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedi Kusuma Bakti, dalam wawancara dengan wartawan BBC Arti Ekawati, mengatakan, lokasi kapal tenggelam diperkirakan berjarak 5km dari bibir pantai Desa Sukapura, Cidaun.

"Kami masih mencari, saat ini diketemukan 161 orang, 157 diantaranya selamat dan empat meninggal dunia," kata Dedi, Rabu (24/07).

Sejumlah 38 korban hidup saat ini ditampung sementara di aula kantor desa Sukapura, dan 119 orang korban hidup ditampung sementara di tempat pelelangan ikan Jayanti.

Setelah proses penyelamatan selesai, Dedi mengatakan para imigran gelap ini akan diserahkan ke kantor imigrasi setempat.

Pencarian berlanjut

Sebelumnya diberitakan kapal pembawa warga negara Sri Lanka dan Iran ini dilaporkan mulai berasap dan tenggelam tak lama setelah berangkat dari desa Cidaun Selasa (23/07) sore.

Juru bicara Polda Jawa Barat Kombes Martinus Sitompul mengatakan lewat pesan singkat, perahu tersebut diperkirakan membawa 204 orang asing diantaranya warga negara Irak, Iran, dan mayoritas Srilanka.

Mereka mencoba menyeberang dari Blok Cisela pantai Jayanti pada hari Selasa tanggal 23 Juli 2013 pada sekitar pukul 11.00 Wib menuju kapal untuk menyeberang ke Australia.

Namun di tengah laut, sekitar pukul 20.00 wib, perahu yang mereka tumpangi bocor dan mereka berebut naik sekoci, serta sebagian berenang.

Ia mengatakan saat ini, upaya penyelamatan dan pencarian terhadap korban lainnya yang diperkirakan berjumlah 44 orang masih dilakukan oleh Polri dibantu masyarakat nelayan menggunakan 18 perahu nelayan.

Masih dalam bulan ini, Australia menyelamatkan 88 orang pendatang ilegal dari Iran, Afganistan dan Srilanka, ketika kapal yang ditumpanginya tenggelam di dekat perairan Pulau Christmas, Australia,

Berita terkait