'Biaya' kapal ke Australia Rp71 juta

  • 26 Juli 2013
sukabumi hotel
Image caption Pencari suaka ditampung di hotel kelas menengah di Sukabumi

Pencari suaka dari sejumlah negara yang transit di Indonesia mengaku membayar puluhan juta untuk menumpang kapal tongkang menuju Australia.

Sekitar 60 orang pencari suaka yang selamat dari tenggelamnya kapal mereka di perairan laut selatan Cianjur, Jawa Barat, masih ditampung di sebuah hotel di Sukabumi.

Kapal tersebut tenggelam Selasa malam (23/07) setelah bertolak dari Cidaun dengan tujuan akhir Australia.

Badan SAR Nasional mengatakan 15 penumpang ditemukan tewas namun jumlah pasti penumpang di dalam kapal belum diketahui.

Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho, hari Jumat (26/07) mewawancarai beberapa pencari suaka di Sukabumi.

Image caption Jumlah penumpang kapal belum diketahui

Seorang warga Iran yang bernama Fariza mengatakan sebagian besar penumpang membayar US$7.000 (Rp71,8 juta) per orang untuk naik ke kapal tongkang.

"Kami membayar enam hingga tujuh ribu dollar untuk satu orang, kalau anak-anak bayar setengah," kata Fariza.

Ia berhasil menemukan orang yang berjanji mengatur perjalanan ke Australia saat masih berada di Iran.

"Awalnya ada yang bilang kepada saya [di Iran] kalau kamu punya uang kami punya orang yang bisa membawa kamu ke Australia," kata Fariza.

"Ketika kami tiba di Jakarta ada orang yang datang membawa kami dengan mobil dan kami tidak tahu dibawa ke Indonesia mana, mungkin Cisarua," tambahnya.

Menghindari diskriminasi

Fariza dan sejumlah pencari suaka asal Iran lainnya mengatakan mereka terpaksa meninggalkan Iran karena sebagai warga beretnis Arab mendapat perlakuan diskriminatif dari pemerintah negaranya.

Mereka menolak jika dikembalikan ke negara asal dengan alasan keamanan.

Fariza mengaku tidak tahu kebijakan baru pemerintah Australia yang akan menempatkan pencari suaka lewat laut ke Papua Nugini namun tidak keberatan dengan langkah itu.

"Yang penting kami keluar dari Iran," tegasnya.

Selain warga Iran, pihak imigrasi Indonesia juga menempatkan warga Srilanka di hotel tersebut.

Dalam kecelakaan kapal kemarin diperkirakan ada 189 penumpang dan setidaknya 13 orang tewas.

Kasus tenggelamnya kapal pencari suaka di perairan Indonesia bukanlah yang pertama. Sejumlah peristiwa dalam kurun tiga tahun terkhir beberapa kali terjadi di wilayah perairan utara Indonesia.

Berita terkait