Bom Vihara Ekayana berdaya rendah

  • 5 Agustus 2013
Densus 88
Image caption Ledakan di vihara atau kuil relatif jarang terjadi dibanding di gereja.

Polisi mengatakan hasil penyelidikan sementara terhadap tiga ledakan di Vihara Ekayana pada Minggu malam menunjukkan bahwa daya ledak bom sangat rendah.

Polisi langsung menerjunkan satuan khusus anti teror Densus 88 ke lokasi begitu guncangan yang diduga bom dilaporkan terjadi dua kali pada sekitar pukul 19.00 WIB di vihara megah yang terletak di kawasan Tanjung Duren Jakarta Barat itu.

Meski polisi tak membantah ada dugaan teroris berada di balik serangan ini namun mereka mengatakan saat ini masih melakukan penyelidikan.

Bom ketiga meledak sekitar pukul 22.00 WIB namun juga tak menimbulkan kerusakan berarti bahkan tak menghancurkan kaca pada lapisan pintu, meski melukai tangan seorang pengunjung hingga luka gores ringan.

"Jelas merupakan bahan peledak tetapi dengan daya ledak sangat rendah," kata Kepala Badan Reskrim Polri, Komjen Pol Sutarman seperti dikutip kantor berita AFP.

Ledakan ini mengejutkan komunitas Budha di Jakarta yang selama ini jarang bersentuhan dengan aksi terorisme.

Tak seperti gereja yang sudah berkali-kali jadi sasaran ledakan bom, vihara atau kuil jarang turut menjadi sasaran aksi kelompok teror. Dalam aksi semalam, polisi mengatakan bom dibungkus dengan lembaran koran yang serpihannya ditemukan di sekitar tempat kejadian.

Polisi sempat memasang garis kuning tanda lokasi tertutup untuk umum, namun sejumlah media melaporkan polisi menyebut diharapkan hari ini tempat ibadat itu sudah dapat dibuka kembali.

Ledakan ini juga dikaitkan dengan pengungkapan aksi bom yang digagalkan polisi Mei lalu, yang diduga akan menyasar Kedubes Burma di Jakarta meski kemudian gagal.

Kondisi warga Burma dari etnis muslim Rohingya yang terlunta-lunta sempat menyebabkan kemarahan sebagian warga Muslim Indonesia yang menuding pemerintah Burma yang mayoritas Budha harus bertanggung jawab.

Berita terkait