Korban Gunung Rokatenda dievakuasi

  • 12 Agustus 2013
rokatenda
Image caption Sekitar 500 orang telah diungsikan ke Maumere setelah Gunung Rokatenda meletus

Sekitar 500 orang warga yang tinggal di sekitar Gunung Rokatenda, di Pulau Palue, telah dievakuasi ke Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

"Sejak kemarin, kami sudah mengevakuasi 437 orang. Dan pagi ini, kita sedang mengevakuasi 74 orang, yang sebentar lagi masuk ke Kota Maumere," kata Bupati Kabupaten Sikka, Yoseph Ansar Rera, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Senin (12/08) siang.

Gunung Rokatenda meletus pada Sabtu (10/08) pagi, yang kemudian diikuti lahar panas, sehingga mengakibatkan sedikitnya lima orang tewas.

Letusan ini menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian antara 1.500 - 2.000 meter dan menutup sejumlah desa yang ada di pulau tersebut.

Menurut Yoseph Ansar, para pengungsi itu ditempatkan di sejumlah tenda darurat, setelah menempuh perjalanan laut dan darat sekitar empat jam dari lokasi kejadian.

"Kita berikan makanan, kemudian selimut dan terpal. Kita masih kekurangan selimut dan terpal. Tapi, ini masih apa adanya dulu, masih darurat. Yang penting, kita berbuat dulu..." kata Yoseph.

Yoseph menjelaskan, sejauh ini tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, sudah berada di Maumere dan tengah mengidentifikasi kebutuhan para pengungsi.

"Bantuan dari Polda NTT sudah datang. Beberapa anggota masyarakat juga ikut membantu pengungsi," ungkap Yoseph.

Dua orang masih hilang

Menurut Bupati Kabupaten Sikka, Yoseph Ansar Rera, Gunung Rokatenda, yang terletak di Pulau Palue, tidak lagi mengeluarkan letusan.

"Namun demikian, badan vulkanologi setempat belum mencabut status siaga tiga, walau gunung itu tidak mengeluarkan letusan lagi dan cuma mengeluarkan asap," katanya.

Tentang korban tewas akibat lahar panas, Yoseph mengatakan, sejauh ini tiga korban tewas telah ditemukan, namun dua orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Image caption Letusan Gunung Rokatenda diikuti lahar panas yang menewaskan 3 orang

"Dua orang masih hilang, tapi kemungkinan ada di sekitar di dekat penemuan (tiga) mayat," katanya.

Yoseph mengatakan, proses pencarian terhadap dua orang yang masih dinyatakan hilang, dihentikan sementara, karena harus menunggu "endapan lumpur tidak panas lagi".

"Karena saat kita mengangkat tiga orang (yang tewas), kita harus menyiram dengan air segala, baru bisa terangkat (jenazahnya)," jelasnya.

"Saya beri waktu satu minggu lagi sejak Sabtu lalu, untuk tetap melakukan pencarian (orang yang hilang)," tambahnya.

Sebelum meletus pada Sabtu lalu, gunung Rokatenda telah meletus pada awal Februari 2013 lalu, yang juga menimbulkan semburan abu vulkanik.

Saat itu, abu vulkanik jatuh di daerah di sebelah barat Gunung Rokatenda yaitu di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Sikka.

Setelah lama tidak melakukan aktivitas vulkanik, Gunung Rokatenda mulai meletus sejak Oktober 2012, dan warga yang tinggal tidak jauh dari gunung tersebut telah berulangkali dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Gunung Rokatenda adalah satu dari 129 gunung api aktif di Indonesia, yang dikenal terletak di lokasi "Cincin Api" yang membuatnya rentan atas bencana gempa dan gunung api meletus.

Berita terkait