Kodak keluar dari status bangkrut

Kodak
Image caption Kodak pernah dikenal sebagai perusahaan penghasil film fotografi terbesar.

Perusahaan Eastman Kodak telah mendapatkan persetujuan dari pengadilan untuk keluar dari status perlindungan kebangkrutan dan menjadikan mereka perusahaan produk gambar digital yang jauh lebih kecil.

Kodak sebelumnya dikenal sebagai sebuah perusahaan yang memiliki nama besar di dunia fotografi dan telah berencana untuk keluar dari status kebangkrutan pada Juli lalu.

Hakim pengadilan yang menyidangkan permohonan perusahaan itu, Alan Groper setuju dengan rencana perusahaan itu dan artinya Kodak akan bisa kembali beroperasi dalam dua minggu ke depan.

Eastman Kodak mengajukan perlindungan dari kebangkrutan tahun lalu karena khawatir dengan semakin ditinggalkannya penggunaan film untuk kamera konvensional seiring dengan tumbuhnya penggunaan kamera digital.

Kodak kemudian sempat menjual sejumlah bisnis dan paten yang dimilikinya.

Saat ini perusahaan tersebut tengah berkonsentrasi untuk berusaha di bidang percetakan.

Ditolak karyawan

Perwakilan Kodak, Andre Dietderich mengatakan kepada pengadilan bahwa Kodak yang akan beroperasi nanti berbeda dengan yang sebelumnya.

"Kodak saat ini berbeda dengan perusahaan sebelumnya yang dikenal dengan hal yang menghasilkan gambar dan berbeda dengan yang pernah mengajukan perlindungan dari kebangkrutan," kata Dietderich.

Sebelumnya sejumlah karyawan perusahaan itu sempat mengajukan keberatan terhadap langkah Kodak yang mengajukan perlindungan dari kebangkrutan melalui pengadilan.

Sementara mayoritas pemegang saham menyetujui rencana pengajuan perlindungan dari kebangkrutan Kodak.

Akibat status Kodak sebelumnya para kreditor hanya bisa berharap pengembalian sebesar 5 persen dari dana yang mereka pinjamkan kepada perusahaan itu.

Awal tahun ini Kodak sepakat untuk melepas usaha pembuat film dan cetaknya kepada dana pensiun Inggris sebesar US$650 juta.

Perusahaan itu mengajukan perlindungan dari kebangkrutan pada bulan Januari tahun 2012 setelah bisnis mereka dalam pembuatan perlengkapan fotografi digital kalah bersaing dengan pesaingnya.

Berita terkait