Latihan gabungan anti terorisme digelar di Bogor

densus 88
Image caption Aksi teror di Indonesia akhir-akhir ini dilakukan oleh individu

Latihan gabungan anti terorisme resmi dimulai di Sentul, Bogor, pada hari Senin (09/09) dan diikuti oleh 872 prajurit elit dari 18 negara.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN, David Carden, membuka Latihan Anti Terorisme yang akan berlangsung hingga hari Jumat tersebut.

Moeldoko dalam pidatonya mengatakan ancaman terorisme meningkat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Dinamika perkembangan keamanan di dunia membutuhkan perhatian serius dari semua elemen keamanan, khususnya militer," kata Moeldoko, yang dilantik sebagai Panglima TNI pada bulan Agustus lalu seperti dikutip kantor berita AP.

Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, telah berperang melawan teroris sejak serangan bom Bali 2002 oleh kelompok militan yang terkait dengan Jemaah Islamiyah.

Lebih dari 200 orang tewas dalam serangan tersebut, sebagian besar adalah wisatawan mancanegara.

Namun baru-baru ini serangan teror di Indonesia dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok kecil dengan sasaran anggota polisi dan warga sipil.

Sementara itu Carden mengutarakan harapannya agar para peserta dapat berbagi ilmu dan pengalaman demi kerja sama yang lebih baik dalam mengawal keamanan di Asia.

Ia mengatakan kerja sama itu juga bisa meliputi kesiapan menghadapi bencana.

Negara-negara yang ikut dalam pelatihan ini adalah 10 anggota ASEAN bersama Amerika Serikat, Rusia, Cina, Australia, India, Jepang, Selandia Baru dan Korea Selatan.

Berita terkait