Polisi bebaskan aktivis Papua

  • 16 September 2013
ilustrasi
Image caption Unjuk rasa aktifis asal Papua kerap menyerukan soal keadilan dan pengehentian kekerasan.

Kepolisian Daerah Papua membebaskan belasan anggota Komite Nasional Papua Barat, KNPB setelah sempat ditahan selama beberapa jam karena menggelar unjuk rasa tanpa izin.

Juru Bicara KNPB mengatakan mereka sudah menyampaikan pemberitahuan kepada polisi tujuh hari sebelum aksinya dan menyesalkan penangkapan sejumlah anggotanya.

Sebelumnya anggota Komite Nasional Papua Barat berniat menggelar unjuk rasa untuk memperingati Hari Demokrasi Internasional di Taman Imbi Jayapura pada hari Senin (16/09) pagi.

Polisi mengatakan puluhan anggota KNPB selain berencana menggelar unjuk rasa juga akan melakukan iring-iringan di sepanjang jalan utama di kota Jayapura.

Aksi unjuk rasa anggota KNPB hari ini menurut polisi selain tidak memiliki izin juga berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Mereka hendak melakukan konvoi dari arah Abepura, Waena kemudian ke Tanah Rimbi, Jayapura dan yang menjadi masalah jalan di Jayapura cuma satu, nah kalau tertutup arak-arakan orang yang akan menuju rumah sakit atau ke bandara akan terganggu," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP Sulistyo Pudjo kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

"Jadi sudah tidak pakai izin juga mengganggu ketertiban umum jadi mereka diamankan karena itu, dan telah dipulangkan."

Kritik penangkapan

Laporan sejumlah media mengatakan polisi di Papua sejak pagi bersiaga mengamankan sejumlah lokasi yang disasar oleh para aktivis untuk menggelar aksi unjuk rasa seperti perumnas 3 Waena, Lapangan Theys Hiyo Eluay, Sentani dan depan Museum Expo Waen.

Sementara itu Juru Bicara KNPB, Wim Rocky Medlama mengkritik langkah polisi yang melakukan penangkapan terhadap anggota organisasi tersebut.

"Sesuai dengan UU kami telah sampaikan rencana aksi dan yang terjadi lapangan justru penangkapan dan pembubaran dengan gas air mata dan tembakan peringatan," kata Wim.

"Indonesia tidak memberikan ruang demokrasi dan kami menuntut kepada Polda Papua dibukanya ruang demokrasi bagi warga Papua."

Dia mengatakan ada sekitar 249 orang anggota KNPB yang sempat ditahan polisi di sejumlah tempat karena berencana melakukan aksi unjuk rasa hari ini.

Kepolisian Daerah Papua membantah jumlah itu dan mengatakan mereka menahan 16 orang sebelum dibebaskan lewat tengah hari.

Berita terkait