TVRI bantah diintervensi Partai Demokrat

Image caption TVRI dilaporkan ke KPI terkait penyiaran konvensi Partai Demokrat.

Pimpinan TVRI menyatakan tidak pernah diintervensi Partai Demokrat agar menyiarkan konvensi Partai Demokrat, yang dinilai Komisi Penyiaran Indonesia, KPI sebagai bentuk pelanggaran netralitas dan independensi.

Mereka juga menyatakan tidak pernah menerima uang dari Partai Demokrat untuk menyiarkan acara tersebut.

Rabu (18/09) kemarin, KPI telah meminta klarifikasi direktur utama dan direktur pemberitaan Televisi Republik Indonesia, berdasarkan pengaduan organisasi bernama Koalisi Masyarakat Peduli Netralitas Media yang menganggap TVRI melanggar Undang undang Penyiaran.

Tayangan siaran tunda konvensi Partai Demokrat pada Minggu (15/09) lalu, mulai pukul 22.02 WIB, sepanjang dua jam 23 menit.

Menurut Manajer sekretariat Direksi LPP TVRI, Usi Karundeng, pihaknya tidak pernah menerima instruksi apapun dari elit Partai Demokrat agar menyiarkan acara tersebut.

"Tidak ada perintah instruksi, sama sekali tidak ada, selain berpegang pada newsvalue-nya (nilai pemberitaannya) sangat tinggi," kata Usi Karundeng kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Kamis (19/0) siang.

Usi mengatakan, keputusan untuk menyiarkan acara politik itu juga telah dibahas dan disetujui dalam rapat dewan direksi TVRI.

"Dalam rapat itu juga sudah diputuskan, setiap parpol peserta pemilu, juga akan mendapatkan porsi yang sama secara adil dan proporsional," jelas Usi.

Mengapa tidak diedit?

Keputusan untuk menyiarkan konvensi tersebut, menurutnya, juga didasarkan TVRI sebagai media pemilu, seperti yang diputuskan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Selasa (10/09) lalu.

KPI sejauh ini belum mengambil keputusan terkait hasil klarifikasi terhadap pimpinan TVRI. Mereka akan menggelar rapat pleno setelah mendengarkan lebih lanjut penjelasan pimpinan TVRI.

Dalam pertemuan klarifikasi dengan pimpinan TVRI pada Rabu kemarin, mereka menanyakan latar belakang penyiaran acara konvensi itu, mengapa tidak diedit, durasi penyiaran yang panjang, serta kenapa tidak ditunda pada keesokan harinya.

Lebih lanjut Usi Karundeng mengatakan, pihaknya tidak sempat mengedit siaran konvensi tersebut, karena faktor teknis belaka.

"Karena sistem kita memerlukan waktu untuk melakukan pengeditan, sehingga (TVRI) menyiarkan full (semua)."

"Dan, mengapa tidak ada pengamat? Karena, kita ingin masyarakat melihat apa adanya. Silakan mereka memutuskan aspirasinya," jelasnya tentang pertanyaan KPI yang menanyakan mengapa TVRI tidak melibatkan pengamat untuk menilai acara konvensi Partai Demokrat.

Menjawab pertanyaan KPI apakah TVRI menerima uang dari elit Partai Demokrat terkait penyiaran acara tersebut, Usi mengatakan "sama-sekali tidak."

"Jadi tidak ada blocking time (beli jam siaran), dan tidak ada istilah blocking time (di TVRI), dan juga tidak ada kerjasama apapun, selain melihat melihat nilai beritanya yang penting, dan masyarakat berhak mengetahuinya," jelas Usi.

Berita terkait