Majelis Kehormatan bahas nasib Akil Mochtar

Demo MK

Sanksi untuk Hakim Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dibahas oleh Majelis Kehormatan MK hari Jumat (04/10). Sementara itu, akun Twitter Akil yang selama ini aktif dan aksesnya terbuka, kini diproteksi.

"Semua anggota majelis kehormatan MK sudah hadir, dan rapat digelar tertutup," kata wartawan BBC Indonesia, Sigit Purnomo, yang melaporkan dari Gedung MK, sekitar pukul 14.30 WIB.

Majelis ini dibentuk oleh MK pasca penangkapan Akil yang diduga menerima uang suap terkait perkara sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Ia ditangkap di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (02/10) dan KPK menyita mata uang dolar Singapura serta AS senilai kurang lebih Rp3 miliar di kediamannya.

Sementara itu di luar gedung MK, puluhan orang mengadakan unjuk rasa menuntut putusan MK soal sengketa Pilkada Lebak dibatalkan. Dalam perkara ini, MK meminta hasil pilkada dibatalkan dan dilakukan pemilihan ulang.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka kasus suap penangananan Pilkada Lebak di Propinsi Banten, selain perkara suap Pilkada Gunung Enas, Kalteng.

Tampar wartawan

Akil Mochtar adalah penyelenggara negara yang terbilang aktif di media sosial.

Ia memiliki blog pribadi serta rajin menyapa 5.000-an followernya di situs mikroblog Twitter.

Namun hari ini, akun Twitter @AkilMochtar yang biasanya terbuka untuk umum kini diproteksi.

Sejak Akil tertangkap, netizen Indonesia ramai mengomentari kasus ini dan membahas pernyataan-pernyataan keras Akil menyangkut korupsi.

Salah satunya adalah ketika ia mengatakan agar "koruptor sebaiknya dihukum potong jari agar menimbulkan efek jera."

Kamis malam usai diperiksa di KPK, Akil menampar seorang wartawan yang menanyakan soal hukum potong jari tersebut.

Sontak, rekaman video dan foto-foto insiden tersebut ditayangkan di televisi serta jejaring sosial.

Berita terkait