Ratu Atut mulai diperiksa KPK

  • 11 Oktober 2013
Image caption Gubernur Banten Ratu Atut Choisyiah tiba di kantor KPK.

Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah tiba di kantor KPK dan mulai diperiksa oleh tim penyidik sebagai saksi kasus suap sengketa Pilkada Lebak.

Kasus ini melibatkan adik kandungnya, Tubagus Chaeri Wardhana, serta mantan Ketua MK Akil Mochtar, yang keduanya telah dinyatakan KPK sebagai tersangka.

Atut, yang mengenakan kerudung hitam dan baju ungu bermotif bunga-bunga, tiba di kantor KPK sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (11/10) siang.

"Ratu Atut didampingi beberapa orang saat masuk ke gedung KPK. Dia sempat diteriaki 'koruptor, koruptor' oleh orang-orang yang menggelar demo di depan gedung KPK," kata wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho, yang melaporkan dari Kantor KPK.

Didampingi beberapa orang, Atut tidak memberikan pernyataan apapun saat memasuki pintu masuk kantor KPK.

Namun dalam keterangan sebelumnya, juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan ini terkait dengan penangkapan Hakim Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif Akil Mochtar serta adik Ratu Atut yaitu Tubagus Chaeri Wardana.

Sebelumnya KPK juga telah mencegah Ratu Atut bepergian ke luar negeri untuk kepentingan pemeriksaan.

Tunjuk Adnan Buyung

Sementara, pengacara senior Adnan Buyung Nasution mengaku dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum Tubagus Chaeri Wardhana, terduga tersangka kasus suap sengketa Pilkada Lebak.

"Buyung Nasution mengaku ditunjuk sebagai kuasa hukum Wawan (panggilan Chaeri Wardhana)," kata wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

Buyung mengaku "baru bertemu dengan Wawan" sehingga dia belum mengetahui detil materi kasus yang ditimpakan pada kliennya.

"Dia diduga memberi dana kepada Ketua MK. Tapi pertanyaannya, dari mana gagasan itu?" Kata Adnan Buyung, usai menemui Wawan di ruangan tahanan KPK.

Berita terkait