Anak Indonesia 'rawan' predator seks dunia maya

  • 7 November 2013
Komputer
Media sosial disebut membuka pintu bagi penggemar seksual anak-anak.

Anak-anak Indonesia sangat rawan diburu predator seks dunia maya, kata satu yayasan internasional di bidang perlindungan anak Terre des Hommes.

Pernyataan itu dikeluarkan terkait laporan yang mereka rilis baru-baru ini bahwa mereka menemukan adanya 1.000 predator seksual di 71 negara di dunia.

Di antara sejumlah itu, terdapat tiga orang penggemar seksual anak-anak yang berada di Indonesia.

Country manager Terre des Hommes Belanda, Sudaryanto, mengatakan jumlah ini tidak bisa dibilang kecil.

"Sepertiga pekerja seks komersial di Indonesia itu di bawah 18 tahun," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (07/11).

Sudaryanto juga mengatakan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia cenderung meningkat. Ia mencontohkan ketika tahun 2005 Indonesia menduduki peringkat ketujuh di dunia dan tahun 2009 Indonesia menduduki peringkat ketiga.

Situs porno

Pengamat teknologi informasi, Enda Nasution, mengatakan potensi terjeratnya anak-anak menjadi korban para predator seksual semakin besar dengan meningkatnya pemakaian media sosial.

"Potensinya cukup besar dan saat ini kita belum melihat bahaya secara nyata yang mungkin terjadi, yang sering kali masuk media itu kan ada 'penculikan' oleh orang tidak dikenal melalui Facebook," jelas Enda Nasution.

Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Gatot Dewabroto, mengatakan pihaknya sudah memblokir lebih dari satu juta situs internet yang kebanyakan berisi materi pornografi.

"Periode Agustus 2010 sampai Agutus 2012 sudah ada satu juta situs yang bisa kami lihat di Indonesia," kata Gatot Dewabroto kepada BBC Indonesia.com.

Sebagian besar situs itu berada di luar Indonesia. Namun ia tidak menyebutkan secara rinci berapa situs yang menyasar korban di bawah umur.

Berita terkait