Wilfrida Soik jalani pemeriksaan kejiwaan

  • 17 November 2013
Wilfrida Soik
Image caption Wilfrida Soik didakwa membunuh Yeap Seok Pen pada Desember 2010.

Pengadilan di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia memerintahkan agar Wilfrida Soik, tenaga kerja asal Indonesia yang terancam hukuman mati, menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Perintah ini dikeluarkan dalam persidangan yang berlangsung kurang lebih satu jam di Kota Bharu, hari Minggu (17/11), yang dipimpin Hakim Datuk Ahmad Zaidi Ibrahim.

Pemeriksaan selama satu bulan ini di Permai Hospital, Johor, ditujukan untuk mengetahui kondisi mental Wilfrida saat kasus yang ia hadapi terjadi.

Pemeriksaan kejiwaan diajukan oleh pengacara Wilfrida, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, dalam persidangan sebelumnya, kata kantor berita Malaysia, Bernama.

Dalam sidang hari Minggu ini pengacara juga menegaskan bahwa Wilfrida masih di bawah umur ketika peristiwa majikannya terbunuh.

'Masih di bawah umur'

Fakta ini penting karena jika terbukti ia masih di bawah umur, dengan sendirinya ia tidak bisa dijerat dengan undang-undang pidana untuk orang dewasa.

Wilfrida, pembantu rumah tangga asal Nusa Tenggara Timur, didakwa membunuh majikannya, Yeap Seok Pen (60 tahun), di Kampung Lubok Tapah, Pasir Mas pada 7 Desember 2010.

Berdasarkan hukum pidana Malaysia, pelaku pembunuhan jika dinyatakan terbukti bersalah bisa dijatuhi hukuman mati.

Kasus Wilfrida menarik perhatian di Indonesia dan sejumlah politisi hadir di persidangan di Malaysia.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar juga mengatakan telah melobi pemerintah Malaysia dalam upaya membebaskan Wilfrida dari ancaman hukuman mati.

LSM Migrant Care mendesak pemerintah berupaya maksimal membantu Wilfrida.

Sidang akan dilanjutkan kembali pada 29 Desember.

Berita terkait